JAKARTA, Radarjakarta.id — Ibu kota kembali dibuat lumpuh. Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi (8/3/2026) memicu banjir di puluhan titik permukiman dan ruas jalan utama. Air bahkan dilaporkan mencapai ketinggian hingga 1,7 meter, memaksa warga bertahan di rumah sambil menunggu banjir surut.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana
Daerah DKI Jakarta mencatat sedikitnya 39 RT dan lebih dari selusin jalan utama terendam air setelah hujan deras mengguyur wilayah ibu kota tanpa henti sejak malam hari.
“Banjir terjadi akibat curah hujan tinggi di wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu hingga Minggu,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, dalam keterangan resminya.
Banjir Terdalam Tembus 1,7 Meter
Wilayah Jakarta Selatan menjadi kawasan paling parah terdampak. Di Kelurahan Pela Mampang, tinggi air dilaporkan mencapai 170 sentimeter, merendam rumah warga hingga setengah bangunan.
Kondisi serupa terjadi di beberapa titik lain seperti Cipete Utara, Duren Tiga, hingga Cilandak Timur yang juga mengalami genangan tinggi akibat kombinasi hujan deras dan meluapnya sejumlah aliran kali.
Sementara di Jakarta Barat, banjir mengepung 22 RT dengan ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 100 sentimeter. Kelurahan Sukabumi Selatan menjadi titik terparah dengan genangan setinggi satu meter.
Di Jakarta Timur, empat RT di kawasan Halim Perdana Kusuma ikut terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 70 sentimeter.
Jalan Utama Jakarta Ikut Lumpuh
Banjir tak hanya mengepung permukiman. Sejumlah ruas jalan vital di ibu kota berubah menjadi “sungai dadakan” dengan ketinggian air mencapai 10 hingga 120 sentimeter.
Beberapa titik yang paling terdampak antara lain:
Jalan Daan Mogot
Jalan Kapten Pierre Tendean
Jalan Cileduk Raya
Jalan Bintaro Permai Raya
Jalan Srengseng Raya
Jalan Swadarma Raya
Kondisi ini memicu kemacetan panjang dan membuat banyak pengendara terpaksa memutar arah untuk menghindari genangan.
Warga Kampung Melayu Dikepung Air
Situasi paling mencekam terjadi di kawasan Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Banjir di wilayah ini dilaporkan mencapai 125–150 sentimeter sejak Minggu pagi.
“Air naik terus sejak tadi malam. Sekarang sudah sekitar satu setengah meter,” kata Joni (38), warga setempat.
Menurutnya, air mulai meningkat sejak Sabtu sore dan melonjak drastis pada malam hari setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut berjam-jam.
Perabot rumah tangga, kendaraan hingga akses jalan lingkungan ikut terendam. Meski demikian, sebagian warga masih bertahan di rumah dengan naik ke lantai dua sambil menunggu air surut.
Hujan dan Luapan Kali Jadi Pemicu
Selain curah hujan tinggi, beberapa wilayah juga terdampak luapan kali seperti Kali Mampang, Kali Krukut, serta sejumlah saluran penghubung (PHB).
BPBD bersama dinas terkait kini mengerahkan petugas untuk menyedot genangan dan memastikan saluran air berfungsi agar banjir cepat surut.
Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprediksi hujan masih berpotensi turun di sebagian wilayah Jakarta hingga malam hari.
Artinya, ancaman banjir susulan masih menghantui ibu kota. |Ucha*











