JAKARTA, Radarjakarta.id – Kementerian Transmigrasi mendorong peningkatan produktivitas komoditas durian di kawasan transmigrasi Kabupaten Parigi Moutong sebagai langkah strategis menciptakan ekosistem ekonomi baru berbasis potensi unggulan daerah. Upaya ini diarahkan untuk membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menarik investasi ke kawasan transmigrasi.
Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, menegaskan bahwa peningkatan produktivitas komoditas unggulan harus didukung kepastian lahan agar mampu menarik minat investor.
“Peningkatan produktivitas komoditas unggulan seperti durian harus didukung dengan kepastian lahan agar menarik minat investor. Oleh karena itu, Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong perlu dalam kondisi clean and clear,” ujarnya saat menerima audiensi Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong yang dipimpin Bupati Erwin Burase, Selasa (3/3).
Ia menambahkan, sisa HPL transmigrasi di Parigi Moutong perlu ditingkatkan menjadi sertifikat serta dilakukan valuasi agar mampu mengundang investor dari dalam maupun luar negeri.
“Fokus kami saat ini adalah produktivitas. Kami ingin memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja. Jika produktivitas meningkat, investasi akan masuk dan menyerap tenaga kerja sehingga daya beli masyarakat ikut terdongkrak,” jelasnya.
Bupati Erwin Burase menyampaikan bahwa sebagian besar masyarakat Parigi Moutong berkembang dari komunitas transmigrasi. Selain sektor perikanan, daerah tersebut memiliki potensi besar pada komoditas durian.
“Sejak 2023, durian menjadi komoditas unggulan kami dan telah melakukan ekspor perdana ke Tiongkok sebanyak 20 ton,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa Parigi Moutong merupakan kabupaten terluas di Provinsi Sulawesi Tengah. Kawasan Tomini Raya dikenal sebagai kawasan transmigrasi dengan sektor unggulan perikanan, namun masih memerlukan perhatian pada infrastruktur dasar. Penempatan awal transmigrasi di wilayah tersebut dimulai sejak 1962.
Dalam diskusi, Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PPKTrans), Sigit Mustofa Nuruddin, menyampaikan rencana revitalisasi UPT Nelayan Moian serta penguatan sinergi pengembangan komoditas unggulan.
“Kami akan merevitalisasi UPT Nelayan Moian di Kawasan Bahari Tomini Raya. Komoditas unggulan seperti durian dan kelapa akan disinergikan dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Masyarakat Transmigrasi (PEMT). Untuk ekspor, akan kami dorong melalui Kementerian Transmigrasi,” ujarnya.
Menteri Iftitah menyatakan ketertarikannya terhadap potensi Parigi Moutong, khususnya komoditas durian yang dinilai mampu menjadi motor penggerak ekonomi kawasan transmigrasi.
“Yang terpenting adalah menyatukan visi bahwa setiap anggaran negara harus dipertanggungjawabkan dengan bukti nyata, yakni pengentasan kemiskinan melalui penciptaan lapangan kerja. Arah transmigrasi saat ini adalah peningkatan produktivitas untuk membangun ekosistem ekonomi baru,” pungkasnya.











