Kementerian Transmigrasi Lanjutkan Ekspedisi Patriot 2026, Sasar 154 Kawasan Prioritas

Kementerian Transmigrasi Lanjutkan Ekspedisi Patriot 2026, Sasar 154 Kawasan Prioritas
Kementerian Transmigrasi Lanjutkan Ekspedisi Patriot 2026, Sasar 154 Kawasan Prioritas
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id  – Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia memastikan kelanjutan Program Tim Ekspedisi Patriot pada 2026 sebagai langkah strategis mempercepat transformasi kawasan transmigrasi berbasis potensi ekonomi dan penguatan sumber daya manusia (SDM).

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan program Transmigrasi Patriot merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Saya mengajak seluruh perguruan tinggi untuk berkolaborasi dalam mendukung pembangunan kawasan transmigrasi,” ujar Menteri Iftitah dalam rapat koordinasi bersama perguruan tinggi mitra, Kamis (26/2).

Menurutnya, ekspedisi sebelumnya telah menghasilkan sekitar 400 output yang akan ditindaklanjuti menjadi aksi nyata, mulai dari tahap perencanaan hingga implementasi di lapangan. Hasil tersebut menjadi dasar dalam menentukan kelayakan kawasan transmigrasi, termasuk langkah revitalisasi maupun transformasi berbasis industrialisasi.

Kementerian Transmigrasi saat ini mengelola sekitar 3,1 juta hektare Hak Pengelolaan Lahan (HPL), dengan sekitar 500.000 hektare masih tersedia dan dinilai memiliki potensi ekonomi besar apabila dikelola secara optimal. Kawasan dengan potensi skala industri akan diarahkan menjadi pusat pengembangan komoditas unggulan bernilai ekspor.

“Kawasan transmigrasi dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru apabila dirancang dengan baik, termasuk melalui pengembangan industri, investasi, serta konektivitas distribusi,” katanya.

Sasar 154 Kawasan Transmigrasi

Pada 2026, Tim Ekspedisi Patriot akan diterjunkan di 154 kawasan transmigrasi prioritas. Fokus program mencakup percepatan pembangunan ekosistem ekonomi kawasan, fasilitas pendidikan dan kesehatan, tempat ibadah, hingga sarana ekonomi masyarakat.

Selain pembangunan fisik, program ini juga menekankan penguatan kapasitas masyarakat melalui keterlibatan mahasiswa, akademisi, dan tenaga ahli dari berbagai perguruan tinggi.

Sejumlah kampus mitra menyatakan komitmennya untuk melanjutkan dan memperkuat program tersebut. Institut Teknologi Bandung (ITB) menilai hasil ekspedisi sebelumnya perlu distandardisasi agar dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai basis data kebijakan.

Universitas Padjadjaran (Unpad) menyatakan kesiapan berkontribusi dalam aksi nyata, termasuk pengembangan kawasan dan kajian investasi transmigrasi.

Sementara itu, Universitas Airlangga (Unair) yang baru bergabung pada 2026 akan melakukan kajian awal terhadap output sebelumnya serta menyiapkan penelitian lanjutan di lokasi yang ditetapkan.

Melalui kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi, Kementerian Transmigrasi menargetkan percepatan transformasi kawasan transmigrasi menjadi wilayah yang produktif, berdaya saing, serta mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.