TANGERANG, Radarjakarta.id – Rumah tangga komedian Boiyen atau Yeni Rahmawati resmi berada di ujung tanduk. Pernikahan yang baru seumur jagung baru tiga bulan kini sudah bergulir di meja hijau Pengadilan Agama Tigaraksa.
Namun drama itu belum juga menemukan titik terang. Sidang terbaru yang digelar Selasa (24/2/2026) kembali tertunda. Penyebabnya? Kedua pihak tak hadir dalam agenda pemanggilan. Ketidakhadiran ini langsung memantik tanda tanya besar: ada apa sebenarnya di balik retaknya rumah tangga ini?
Kuasa hukum Boiyen, Anselmus Mallofiks, membenarkan absennya kliennya dan sang suami, Rully Anggi Akbar. Namun, ia memilih menutup rapat alasan di balik ketidakhadiran tersebut.
“Untuk detail prosesnya, kami tidak bisa sampaikan. Ada ranah privasi yang harus dihormati,” tegas Anselmus usai persidangan.
Gugatan Kilat, Publik Terkejut
Kabar perceraian ini mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, Boiyen dan Rully baru saja melangsungkan akad nikah pada 15 November 2025 di kawasan BSD, Tangerang Selatan. Suasana bahagia kala itu dihadiri sejumlah sahabat selebritas seperti Desta, Andre Taulany, dan Vincent Rompies.
Namun tak sampai genap 100 hari, tepat 20 Januari 2026, gugatan cerai resmi didaftarkan. Sidang perdana digelar 27 Januari 2026, dan kini prosesnya masih tersendat.
Sinyal Perpisahan di Media Sosial?
Di tengah proses hukum yang berjalan alot, publik semakin dibuat penasaran oleh langkah Rully di media sosial. Seluruh foto kebersamaan dengan Boiyen mendadak hilang dari Instagram pribadinya. Akunnya diprivat, hanya menyisakan satu unggahan.
Lewat Instastory, Rully sempat menulis kalimat singkat berbahasa Inggris:
“I take back my life.”
Tak ada penjelasan tambahan. Namun kalimat itu dianggap banyak pihak sebagai kode kuat perpisahan.
Misteri di Balik Bungkamnya Boiyen
Berbeda dengan isu yang beredar liar, Boiyen memilih diam. Ia berkomitmen tidak membuka detail konflik rumah tangganya ke publik. Kuasa hukumnya pun menegaskan bahwa seluruh proses akan mengikuti mekanisme hukum yang berlaku tanpa membuka hal-hal sensitif.
Penundaan sidang sendiri bukan hal asing dalam perkara perceraian. Ketidakhadiran pihak, alasan kesehatan, mediasi, hingga faktor teknis bisa menjadi penyebabnya. Yang jelas, proses hukum tetap berjalan.
Kini publik hanya bisa menunggu: apakah akan ada mediasi yang menyelamatkan, atau justru putusan cerai yang mengakhiri pernikahan singkat tersebut?
Satu hal yang pasti, badai rumah tangga ini menjadi ujian berat bagi Boiyen di tengah kariernya yang sedang bersinar.***











