Viral! Video Bonnie Blue “Ditangkap Polisi Inggris” Ternyata Hoaxs

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Jagat media sosial Indonesia diguncang video yang diklaim memperlihatkan artis film dewasa asal Inggris, Bonnie Blue, ditangkap polisi usai diduga melecehkan bendera Merah Putih. Video itu menyebar cepat, memicu euforia, amarah, hingga komentar ribuan warganet yang mengira keadilan akhirnya ditegakkan.

Dalam rekaman viral tersebut, Bonnie Blue terlihat berjalan keluar dari sebuah gedung dengan tangan diborgol, dikawal dua polisi menuju mobil patroli. Narasi yang menyertainya menyebut penangkapan itu terjadi tak lama setelah ia menyeret, meludahi, dan menginjak bendera Indonesia di depan Kedutaan Besar RI di London.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Unggahan akun Instagram populer seperti @updaterusid dan @updateruid pada Rabu (24/12/2025) memperkuat klaim itu. “Bonnie Blue akhirnya ditangkap polisi Inggris,” tulis narasi yang sontak membuat ribuan netizen Indonesia meluapkan rasa puas dan kemenangan moral.

Namun di balik euforia tersebut, fakta mengejutkan terungkap. Aktivis sosial Niluh Djelantik secara tegas membantah klaim penangkapan itu. Ia menyebut video yang beredar bukan peristiwa terbaru, melainkan rekaman lama yang sama sekali tidak berkaitan dengan kasus pelecehan bendera Merah Putih.

“Video ini adalah video lama. Bukan terkait kasus tersebut,” ujar Niluh singkat namun tegas. Klarifikasi ini langsung mematahkan narasi yang telanjur dipercaya publik.

Artinya, hingga saat ini Bonnie Blue belum ditangkap atas aksinya yang menuai kecaman luas dari masyarakat Indonesia. Fakta ini membuat banyak warganet merasa tertipu, bahkan geram karena isu sensitif nasional dimanfaatkan demi sensasi dan viralitas.

Sebelumnya, aksi Bonnie Blue memang memicu kemarahan nasional setelah ia secara sadar membuat konten kontroversial yang melecehkan lambang negara Indonesia di depan KBRI London. Tindakan itu dianggap sebagai penghinaan serius terhadap martabat bangsa.

Pihak KBRI London sendiri telah menyatakan bahwa mereka menyampaikan pengaduan resmi kepada otoritas Inggris, termasuk kepolisian dan Kementerian Luar Negeri Inggris, agar kasus tersebut diproses sesuai hukum yang berlaku. Namun proses hukum bukan berarti penangkapan telah terjadi.

Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa tidak semua yang viral adalah fakta. Di tengah kemarahan nasional dan emosi publik, satu video hoaks mampu mengaduk-aduk perasaan jutaan orang. Kebenaran akhirnya muncul dan justru lebih pahit dari yang dibayangkan.**”

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.