Kementrans dan Kemenkop Perkuat Sinergi, Koperasi Dorong Ekonomi Kawasan Transmigrasi

Kementrans–Kemenkop Perkuat Sinergi, Koperasi Dorong Ekonomi Kawasan Transmigrasi
Kementrans–Kemenkop Perkuat Sinergi, Koperasi Dorong Ekonomi Kawasan Transmigrasi
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id –  Kementerian Transmigrasi menjalin kerja sama dengan Kementerian Koperasi (Kemenkop) untuk memperkuat pengembangan koperasi di kawasan transmigrasi. Sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang digelar di Kantor Kemenkop, Jakarta, Selasa (23/12/2025).

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengatakan, kolaborasi lintas kementerian menjadi kunci dalam menjalankan program transmigrasi yang berkelanjutan. Menurutnya, Kementerian Transmigrasi tidak dapat bekerja sendiri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan transmigrasi.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Kementerian Transmigrasi dalam menjalankan program tidak bisa sendirian. Kita harus bersinergi dengan kementerian, BUMN, lembaga negara, dan masyarakat lainnya,” ujar Viva Yoga usai penandatanganan MoU. Ia menambahkan, rencana kerja sama tersebut telah disusun sejak lama dan baru dapat direalisasikan tahun ini. Kehadiran Viva Yoga mewakili Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara.

Penandatanganan nota kesepahaman ini tidak hanya melibatkan Kementerian Transmigrasi dan Kemenkop, tetapi juga mencakup sinergi dengan Kementerian UMKM, Kementerian Kehutanan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta BPJS.

Sejumlah pejabat hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Direktur Utama BPJS Ali Ghufron Mukti.

Viva Yoga menilai kerja sama dengan Kemenkop sangat penting untuk membangun dan mengembangkan koperasi sebagai lembaga ekonomi masyarakat di kawasan transmigrasi. Ia menyebutkan, di kawasan transmigrasi terdapat berbagai kelompok usaha yang memerlukan wadah ekonomi untuk mengelola hasil produksinya.

“Di kawasan transmigrasi sudah ada kelompok-kelompok usaha. Untuk mengelola hasil usahanya diperlukan lembaga ekonomi, dan salah satu yang tepat adalah koperasi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti potensi kawasan transmigrasi yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Potensi tersebut, kata Viva Yoga, semakin terpetakan melalui kehadiran Tim Ekspedisi Patriot (TEP) yang melakukan riset sumber daya alam, identifikasi produk unggulan, serta penataan kelembagaan ekonomi masyarakat di 154 kawasan transmigrasi.

“Tim Ekspedisi Patriot tidak hanya menemukan produk unggulan baru, tetapi juga mendorong pembentukan lembaga ekonomi masyarakat seperti koperasi,” katanya.

Dengan kehadiran koperasi di kawasan transmigrasi, Viva Yoga optimistis aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat akan meningkat, tidak hanya bagi transmigran, tetapi juga masyarakat sekitar.

“Secara detail akan dibentuk tim kecil dan segera direalisasikan program-program kerja nyata di kawasan transmigrasi pada tahun depan,” tegasnya.

Hingga kini, Kementerian Transmigrasi dan Kementerian Koperasi tengah menyiapkan langkah teknis lanjutan untuk memastikan implementasi kerja sama tersebut berjalan efektif di lapangan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.