DEPOK, Radarjakarta.id — Wali Kota Depok H. Supian Suri mengeluarkan imbauan tegas kepada para ayah agar hadir langsung ke sekolah saat pengambilan rapor anak. Kebijakan ini menjadi bagian dari penguatan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang bertujuan membangkitkan kembali peran ayah dalam pendidikan dan pengasuhan anak.
Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Depok Nomor 400.3/871/Disdik/2025 yang ditetapkan pada 15 Desember 2025. Surat edaran ini ditujukan kepada seluruh perangkat daerah, BUMD, perusahaan swasta, serta masyarakat Kota Depok agar mendukung keterlibatan aktif ayah di sekolah.
Dalam edaran itu ditegaskan, kehadiran ayah saat pengambilan rapor bukan sekadar formalitas, melainkan momentum penting untuk memahami perkembangan belajar anak. Pemerintah Kota Depok juga mengimbau pimpinan instansi pemerintah dan swasta memberikan dispensasi kerja bagi ayah yang mengambil rapor anaknya, sesuai ketentuan masing-masing instansi.
Gerakan Ayah Teladan Indonesia merupakan tindak lanjut dari program nasional Kemendukbangga/BKKBN melalui Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR). Sasaran gerakan ini meliputi anak usia sekolah dari jenjang PAUD, pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah, dengan pelaksanaan dimulai Desember 2025 menyesuaikan jadwal pembagian rapor.
Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat Roy Primera mengatakan, GATI lahir sebagai respons atas meningkatnya fenomena fatherless di Indonesia. Menurutnya, banyak anak kini lebih sering berinteraksi dengan gawai dibanding berkomunikasi dengan ayahnya, sehingga jarak emosional dalam keluarga kian melebar.
Data BKKBN menunjukkan sekitar 20 persen anak di Indonesia mengalami kehilangan figur ayah, baik karena meninggal dunia, perceraian, maupun kesibukan kerja. Kondisi tersebut dinilai berisiko menimbulkan masalah psikologis, penurunan prestasi, hingga gangguan perilaku pada anak.
Melalui GATI dan GEMAR, pemerintah berharap keterlibatan ayah dalam pendidikan anak tidak lagi dipandang sebagai peran tambahan, melainkan bagian penting dari pengasuhan keluarga. Kehadiran ayah di sekolah diharapkan mampu memperkuat ikatan emosional anak sekaligus membangun generasi yang lebih sehat secara mental dan sosial.











