Srikandi TP Sriwijaya Galang Dana Beli Sepatu AFO untuk Riziq, Pemuda Lampung Bertulang Rapuh

Srikandi TP Sriwijaya Galang Dana Beli Sepatu AFO untuk Riziq, Pemuda Lampung Bertulang Rapuh
Para Srikandi TP Sriwijaya menyerahkan bantuan u tuk pembelian sepatu AFO untuk Riziq Alyazid di Rumah Singgah Qalista, Depok, sebagai dukungan bagi pemulihan tulang rapuh yang dideritanya.
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Kabar penuh kepedulian datang dari Srikandi Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya. Para perempuan ini kembali menunjukkan solidaritas dengan menggalang dana spontan untuk membantu Riziq Alyazid (20), pemuda asal Lampung yang menderita Osteogenesis Imperfecta (OI), kelainan genetik langka yang membuat tulangnya sangat rapuh.

Riziq telah dua tahun tinggal di Rumah Singgah Qalista, Depok, untuk menjalani perawatan intensif. Sejak usia satu tahun, ia kerap mengalami patah tulang, dan kondisinya memburuk setelah kecelakaan empat tahun lalu. Kedua kakinya tumbuh tidak normal dan bengkok ke kanan, membuatnya tak mampu berdiri maupun berjalan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Di RS Fatmawati, dokter telah memasang Ilizarov Fixator yang berhasil memanjangkan kakinya hingga 10 cm. Namun proses pemanjangan itu membuat telapak kaki kembali mengalami kelainan sehingga ia harus menjalani operasi ulang.

Kini, masa pemulihan menjadi fase penting, dan dokter melarangnya menapak hingga kondisi stabil. Untuk memulai terapi berjalan, Riziq memerlukan sepatu khusus AFO (Ankle Foot Orthosis).

AFO adalah alat penyangga kaki dari betis hingga telapak yang berfungsi menjaga stabilitas pergelangan kaki, mencegah foot drop, memperbaiki pola berjalan, serta membantu pasien berdiri dan berjalan lebih aman.

Kebutuhan inilah yang menggerakkan Srikandi TP Sriwijaya untuk melakukan urunan cepat demi membeli AFO bagi Riziq.

Ibunda Riziq menyampaikan rasa haru atas bantuan tersebut dan berterima kasih kepada dra. Nyimas Susmerta Dewihara, pemilik Rumah Singgah Qalista, yang selama dua tahun terakhir memberi tempat tinggal dan pendampingan penuh kasih.

Meski penuh keterbatasan, semangat Riziq tak pernah padam. Ia baru lulus SMA pada 2023 dan bercita-cita melanjutkan kuliah setelah kakinya pulih. “Yang penting kaki diperbaiki dulu supaya tidak semakin roboh,” ujarnya.

Ketua Umum Srikandi TP Sriwijaya, Ayunda Nyimas Aliah SE., S.Sos., M.Ikom, menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari cinta dan kewajiban moral. “Setiap anak berhak tumbuh sehat dan kuat. Ketika ada yang membutuhkan, kita harus menjadi yang pertama hadir,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa AFO merupakan alat penting yang harus segera dimiliki Riziq agar pemulihannya tidak terhambat. Karena itu, Srikandi TP Sriwijaya menginisiasi gerakan urunan sebagai wujud nyata solidaritas perempuan Sriwijaya.

Ketua Harian Srikandi TP Sriwijaya, Ayunda R.A. Aisyah SE., MM, menambahkan bahwa bantuan ini bukan sekadar alat bantu, tetapi harapan baru bagi langkah Riziq ke depan. “Setiap kontribusi adalah bagian dari ikhtiar kita membantu Riziq berdiri lebih kuat,” ujarnya.

Pembina Srikandi TP Sriwijaya, Ayunda Hanna Gayatri, S.H., juga mengapresiasi gerakan kemanusiaan ini. “Membantu anak yang sedang berjuang untuk bisa kembali melangkah adalah panggilan kemanusiaan,” tuturnya.

Sementara itu, pemilik Rumah Singgah Qalista, dra. Nyimas Susmerta Dewihara, melalui pesan saat dikonfirmasi pada Rabu (26/11/2025), menyampaikan bahwa Rumah Singgah Qalista dibangun sebagai tempat penuh cinta bagi mereka yang membutuhkan.

“Di sini, mereka bukan hanya mendapat tempat tinggal, tetapi juga kehangatan dan harapan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa senyum dan kekuatan baru dari para penghuni adalah kebahagiaan yang tak ternilai. “Kebaikan yang sederhana bisa mengubah hidup seseorang,” tutupnya.

 

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.