PALEMBANG, Radarjakarta.id – Di tengah meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap pelestarian sejarah serta perjuangan tokoh-tokoh perempuan Nusantara, Dra. Nyimas Susmerta Dewi Hara menegaskan pentingnya menjaga warisan leluhur sebagai bagian dari identitas bangsa.
Menurut Nyimas Susmerta sapaan akrabnya, sejarah perempuan tidak boleh dibiarkan terlupakan, terutama sosok-sosok agung yang memberikan kontribusi besar bagi daerah dan negara.
Dalam konteks tersebut, Nyimas Susmerta menyampaikan pandangan strategisnya mengenai rencana renovasi makam Ratu Sinuhun, figur perempuan bangsawan Palembang yang kini tengah diperjuangkan sebagai Pahlawan Nasional Perempuan dari Sumatera Selatan, dalam siaran resminya melalu Jarsosmed, Selasa (11/11/2025).
Renovasi ini ucap Nyimas Susmerta, bukan hanya upaya fisik, tetapi langkah penting untuk memastikan jejak perjuangan Ratu Sinuhun tetap hidup dan dikenang oleh generasi mendatang.
Melalui pernyataannya, Nyimas Susmerta menegaskan bahwa renovasi makam Ratu Sinuhun bukan sekadar upaya fisik, tetapi langkah monumental untuk mengembalikan kejayaan dan jejak sejarah perempuan Palembang Darussalam.
“Ratu Sinuhun adalah simbol kekuatan, keberanian, dan kepemimpinan perempuan dalam sejarah Sumatera Selatan. Merawat makam beliau adalah bentuk penghormatan dan tanggung jawab moral kita kepada leluhur,” ujar Nyimas Susmerta.
Nyimas Susmerta menjelaskan bahwa kondisi makam Ratu Sinuhun saat ini membutuhkan perhatian serius agar tetap layak sebagai situs sejarah. Renovasi yang direncanakan meliputi:
• Penataan ulang area makam secara menyeluruh.
• Pemugaran gapura dan elemen arsitektur khas Palembang.
• Pembersihan dan penghijauan lingkungan.
• Pemasangan informasi sejarah bagi pengunjung.
• Penambahan fasilitas akses yang ramah masyarakat.
Nyimas Susmerta menegaskan bahwa setiap proses renovasi akan dilakukan dengan tetap menjaga keaslian kultur dan nilai historis peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam.
Menurutnya, perjuangan untuk mengangkat Ratu Sinuhun sebagai Pahlawan Nasional tidak boleh sebatas pada pengumpulan dokumen atau dukungan administratif saja. Masyarakat harus menunjukkan kepedulian nyata terhadap peninggalan sang tokoh.
“Jika kita memperjuangkan gelar Pahlawan Nasional untuk Ratu Sinuhun, maka kita harus menampilkan bukti bahwa masyarakat Sumatera Selatan menjaga warisannya. Renovasi makam ini adalah wujud nyata cinta kita kepada beliau,” tegasnya.
Nyimas Susmerta menyebutkan bahwa keberadaan makam yang terawat baik akan menjadi sarana edukasi sejarah bagi generasi muda.
Ia berharap anak-anak, pelajar, mahasiswa, hingga peneliti dapat menjadikan makam Ratu Sinuhun sebagai pusat literasi sejarah perempuan.
“Ratu Sinuhun adalah figur yang harus dikenal anak muda pemimpin bijaksana, pelindung rakyat, dan perempuan yang berperan besar dalam sejarah Palembang. Renovasi ini akan membuka jalan bagi generasi mendatang untuk mempelajari dan meneladani sosok beliau,” ujarnya.
Rencana renovasi makam ini pun mendapat respons positif dari sejumlah komunitas budaya, organisasi perempuan, sejarawan, dan masyarakat adat.
Mereka menilai bahwa langkah tersebut sejalan dengan gerakan besar untuk menghidupkan kembali jejak perempuan Nusantara yang selama ini kurang terekspos dalam sejarah nasional.
“Ini bukan lagi sekadar upaya kelompok tertentu. Ini sudah menjadi gerakan bersama masyarakat Sumatera Selatan yang ingin mengangkat marwah perempuan terdahulu,” jelasnya.
Nyimas Susmerta berharap pemerintah daerah, kementerian terkait, hingga lembaga pelestarian cagar budaya dapat berkolaborasi mendukung proses renovasi makam Ratu Sinuhun.
Ia menegaskan bahwa nilai historis tokoh perempuan tidak boleh diabaikan karena perannya sama besarnya dengan para pahlawan laki-laki.
“Merawat makam Ratu Sinuhun berarti merawat jati diri bangsa. Ini adalah kerja bersama, bukan sekadar wacana. Saya percaya dengan sinergi yang baik, renovasi ini dapat selesai dan menjadi kebanggaan Sumatera Selatan,” pungkasnya. |Guffe*










