Polda Metro Jaya Gelar Trauma Healing di SMA 72, Pulihkan Mental Siswa Pascaledakan

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id — Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti SMA Negeri 72 Jakarta Timur. Pasca-insiden ledakan yang sempat mengguncang sekolah tersebut, Polda Metro Jaya bersama sejumlah instansi lintas sektor turun langsung menggelar kegiatan trauma healing untuk memulihkan kondisi psikologis para siswa dan guru.

Kegiatan pemulihan ini melibatkan Polri, Suku Dinas Pendidikan Jakarta Utara 2, Suku Dinas Kesehatan, Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP), Tim SPAB Kemendikdasmen, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), serta Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI). Seluruh pihak bersinergi memberikan pendampingan menyeluruh bagi warga sekolah yang terdampak.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan kegiatan ini merupakan bagian penting dari fase pemulihan pascaperistiwa. “Pendampingan ini dilakukan agar anak-anak tidak trauma dan tetap semangat belajar. Polri hadir bukan hanya dalam penyelidikan, tapi juga pemulihan,” ujarnya di lokasi, Senin (10/11/2025).

Dalam pelaksanaannya, ratusan siswa mengikuti sesi komunikasi interaktif, permainan edukatif, serta konseling ringan yang dipandu oleh tim psikolog gabungan. Pendekatan ini dinilai efektif dalam mengembalikan rasa aman, percaya diri, dan semangat belajar para siswa yang sebelumnya terguncang akibat insiden ledakan.

Kegiatan trauma healing ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara aparat kepolisian dan lembaga pemerintahan dalam membangun lingkungan pendidikan yang tangguh. Setiap sesi disiapkan secara khusus agar siswa dapat menyalurkan emosi mereka secara positif sekaligus memperkuat solidaritas antarteman.

Budi Hermanto menambahkan, program ini merupakan bagian dari inisiatif Jaga Jakarta+, yang digagas Polda Metro Jaya untuk menciptakan sekolah aman, sehat, dan berdaya tahan terhadap situasi krisis. “Kami ingin memastikan bahwa keamanan tidak hanya soal fisik, tapi juga mental. Pemulihan psikologis sama pentingnya dengan penegakan hukum,” tegasnya.

Dengan langkah ini, diharapkan seluruh siswa SMA Negeri 72 dapat kembali menjalani aktivitas belajar dengan tenang. Upaya bersama lintas instansi tersebut menjadi simbol kepedulian dan kehadiran negara dalam memastikan masa depan generasi muda tetap terjaga, bahkan setelah menghadapi situasi penuh tekanan.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.