Bertemu Presiden Korsel, Prabowo: Proyek Jet Tempur KF-21 Boramae Dipastikan Jalan Terus

banner 468x60

KORSEL, Radarjakarta.id — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali mencuri perhatian dunia dalam KTT APEC 2025 di Gyeongju, Korea Selatan. Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung hangat dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung, kedua pemimpin negara sepakat melanjutkan proyek jet tempur canggih KF-21 Boramae, simbol kerja sama strategis dua kekuatan besar Asia.

Dalam pembicaraan yang berlangsung di Hwabaek International Convention Center (HICO), Prabowo menegaskan Indonesia tidak mundur satu langkah pun dari proyek prestisius tersebut. “Negosiasi terus berjalan. Semua bergantung pada faktor ekonomi, harga, dan skema pembiayaan. Namun kami berkomitmen penuh melanjutkan kerja sama ini,” tegas Prabowo dalam pernyataannya.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Lee Jae Myung menyambut langsung komitmen Indonesia dengan optimisme tinggi. Ia menilai kerja sama Korsel dan Indonesia dalam pengembangan pesawat tempur ini sudah melampaui sekadar proyek militer. “Kami telah bekerja sama sangat dalam. Semoga kolaborasi ini membawa hasil luar biasa bagi kedua negara,” ujar Lee yang disambut tepuk tangan hangat delegasi.

Pertemuan dua pemimpin tersebut bukan hanya membahas pertahanan, tetapi juga memperluas jalinan ekonomi dan investasi. Prabowo menilai hubungan ekonomi kedua negara kini berada di titik terbaik. “Korea Selatan adalah mitra penting kami. Kami terbuka penuh untuk partisipasi lebih luas dari perusahaan-perusahaan Korea di Indonesia,” kata Prabowo yang juga sempat bertemu langsung dengan puluhan pemimpin industri Korea.

Di sela jamuan resmi, suasana mencair saat Prabowo memuji budaya populer Korea yang menguasai dunia. “Korea akan menaklukkan dunia dengan musik dan tarian kalian. Semua anak muda Indonesia tergila-gila dengan K-Pop,” ujar Prabowo, yang langsung mendapat sambutan tawa ramah dari Presiden Lee.

Proyek KF-21 Boramae sendiri merupakan jet tempur generasi 4.5 hasil kolaborasi strategis antara Indonesia dan Korea Selatan sejak 2014. Jet ini sejajar dengan pesawat tempur kelas dunia seperti F-15EX Amerika, Chengdu J-10C China, dan Sukhoi Su-35 Rusia. Uji terbang pertamanya dilakukan pada Juli 2022 dari pangkalan udara Sacheon.

Meski sempat diwarnai isu penyesuaian pembayaran, Indonesia memastikan komitmennya tak berubah. Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa bukan pengurangan biaya, melainkan penyesuaian pembiayaan logis sesuai perkembangan proyek. Dengan langkah ini, Indonesia menegaskan diri sebagai pemain utama di kancah teknologi pertahanan Asia, siap menatap masa depan langit Nusantara dengan sayap Boramae.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.