LAGOS, Radarjakarta.id – Sabtu ini, petinju kelas berat asal Nigeria, Ike Ibeabuchi, mencatat momen luar biasa dalam sejarah tinju. Setelah absen selama 26 tahun dan 156 hari sejak pertarungan terakhirnya melawan Chris Byrd, Ibeabuchi akan kembali menginjak ring menghadapi rekan senegaranya, Idris Afinni, dalam pertarungan kelas berat 12 ronde di Lagos.
Kembalinya Ibeabuchi diyakini akan mencetak rekor dunia baru untuk “interval terpanjang antara dua pertarungan tinju profesional,” menurut konsultasi awal dengan Guinness Book of Records.
Rekor sebelumnya dipegang oleh Sal ‘Rocky’ Cenicola, petinju kelas ringan New Jersey, yang sempat berhenti bertanding selama 25 tahun dan 66 hari sebelum kembali menghadapi Nathan ‘Nate’ Petty pada 2013. Cenicola, yang pernah berada di peringkat sepuluh besar kelas 61,2 kg pada era 1980-an, sempat menyesali keputusannya pensiun di usia 28 tahun demi kesehatan dan cedera yang dideritanya. Setelah mengalahkan Petty, Cenicola memilih kembali ke kehidupan normal sebagai pemilik restoran, menutup catatan kariernya dengan damai.
Namun, catatan sejarah tinju menunjukkan bahwa Guinness sempat melewatkan satu rekor interval yang lebih panjang. Albert Hughes, veteran Perang Vietnam, pensiun pada 1983 setelah mencatatkan rekor 9-7-4, dan kembali ke ring pada Desember 2019 di usia 70 tahun menorehkan jeda 36 tahun 323 hari antar pertarungan.
Meski demikian, bagi penggemar tinju dan pencinta sejarah olahraga, kembalinya Ibeabuchi tetap menjadi momen monumental. Setelah lebih dari dua dekade absen, langkahnya kembali ke ring menegaskan bahwa tinju selalu menyimpan kisah-kisah luar biasa, di mana waktu tidak selalu memadamkan api semangat.***
Ike Ibeabuchi Kembali ke Ring Setelah 26 Tahun, Memecahkan Rekor Dunia Interval Tinju










