Pabrik Udang PT BMS Terpapar Cesium-137, Bapeten dan KKP Investigasi Gabungan

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) mengungkapkan hasil penyelidikan gabungan terkait temuan udang terkontaminasi isotop radioaktif Cesium-137 (Cs-137) dari PT Bahari Makmur Sejati (BMS Foods). Penyelidikan ini dilakukan bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Dalam siaran pers resmi Bapeten pada Jumat (22/8/2025), disebutkan terdapat lima temuan utama. Pertama, pengukuran laju paparan di area pabrik menunjukkan adanya kontaminasi Cs-137. Saat ini, Bapeten masih menyelidiki sumber kontaminasi tersebut.

Kedua, monitoring radiasi di area lebih luas menemukan paparan signifikan di tempat pengumpulan besi bekas. Material logam di lokasi ini diduga mengandung Cs-137. Bapeten bersama Polri segera melakukan pengamanan sementara dengan memasang garis polisi.

Ketiga, perluasan monitoring radiasi dalam radius 2 kilometer dari pabrik mengungkap dua lokasi tambahan dengan laju dosis tinggi. Bapeten dan Polri kembali memasang garis polisi sebagai langkah pengamanan awal, sebelum dilakukan investigasi lanjutan.

Keempat, penyelidikan terus diperluas untuk menelusuri asal dan sebaran Cs-137 di kawasan tersebut. Bapeten menegaskan komitmennya menjaga keselamatan masyarakat dan lingkungan, sambil meminta publik tetap tenang.

Sementara itu, PT BMS Foods melalui Ketua Umum Shrimp Club Indonesia, Andi Tamsil, menegaskan bahwa kontaminasi bukan berasal dari proses budidaya udang. “Kasus ini terkait faktor eksternal di luar kendali industri udang,” ujarnya. Perusahaan telah berkoordinasi dengan KKP, Bapeten, dan asosiasi pelaku usaha udang di Indonesia.

Kasus ini pertama kali muncul setelah Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat mengumumkan penarikan produk udang beku merek Great Value yang dijual di Walmart, Selasa (19/8/2025) waktu AS. Satu pengiriman udang dari PT BMS terdeteksi mengandung Cs-137. FDA menekankan jumlah radioaktif minimal sehingga tidak menimbulkan bahaya akut, namun konsumsi berulang jangka panjang bisa meningkatkan risiko kanker. Produk yang sudah sampai di konsumen disarankan untuk dibuang.

Ekspor udang PT BMS ke AS ditangguhkan sementara. FDA bekerja sama dengan otoritas Indonesia, termasuk Bapeten, KKP, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), untuk memastikan keamanan pangan dan melacak seluruh produk terkait.

Bapeten menegaskan, perkembangan kasus akan terus dipantau, sementara investigasi sumber kontaminasi Cs-137 tetap berjalan.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.