MEDAN, Radarjakarta.id – Lanniari Hasibuan, ibu dari Nazwa Aliyah (19), yang meninggal secara tidak wajar di Kamboja, meminta perhatian langsung Presiden RI Prabowo Subianto, Menteri Luar Negeri, dan KBRI untuk memulangkan jenazah anaknya yang hingga kini masih tertahan di negara tersebut. Ia juga meminta pembentukan tim investigasi untuk mengusut tuntas kematian anaknya yang dianggap tidak masuk akal.
“Saya minta pemerintah membentuk tim untuk mengusut kematian anak saya. Kepergian anak saya ke Kamboja sudah saya laporkan ke Polda Sumut dengan nomor laporan STTLP/B/1293/VII/2025/SPKT POLDA SUMATERA UTARA pada 9 Agustus 2025. Saya merasa kematian anak saya tidak wajar, sehingga saya mohon bantuan semua pihak agar jenazah anak saya bisa segera dikembalikan dan dikuburkan,” ujar Lanniari, mata berkaca-kaca.
Ketua OKK Grib Jaya DPC Kota Medan, Dudi Efni Pasaribu, menyatakan bahwa pihaknya tengah berupaya memulangkan jenazah Nazwa. Menurutnya, upaya ini dilakukan atas perintah seorang “Hamba Allah” yang ingin membantu keluarga korban.
“Kami sudah menghubungi tim di Kamboja. Saat ini jenazah belum bisa dipulangkan karena pihak terkait meminta biaya sekitar 8.500 dolar AS. Kami akan berusaha agar jenazah anak ibu ini bisa segera pulang. Mohon doanya agar semua proses berjalan lancar,” ujar Dudi.
Dudi menambahkan, langkah ini didukung penuh oleh GRIB DPC Kota Medan di bawah binaan Ferdy Jaya Sembiring dan Ketua Rudy Ginting. “GRIB akan mendampingi dan membantu pengurusan pemulangan jenazah Nazwa sampai tiba di Indonesia, termasuk membantu pembayaran biaya pemulangan. Ini merupakan bantuan dari Allah melalui tangan saya, atas simpati terhadap kisah pilu keluarga ibu Lanniari,” jelas Dudi.|Al Pane*
Ibu Nazwa Aliyah Mohon Presiden Prabowo Bantu Pemulangan Jenazah Anaknya










