JAKARTA, Radarjakarta.id – Viral, Aksi pengerusakan terhadap rumah ibadah Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) di Padang, Sumatera Barat, memicu gelombang kemarahan. Ketua Umum Generasi Muda Mudi Batak (GMMB), Jonatan Panjaitan, mengecam keras tindakan yang dinilainya sebagai ancaman nyata terhadap prinsip kebhinekaan dan toleransi beragama di Indonesia.
“Peristiwa ini bukan sekadar pengrusakan fisik, tapi juga perusakan terhadap nilai-nilai dasar bangsa kita. Ini penghinaan terhadap konstitusi dan prinsip hidup bersama!” tegas Jonatan, Rabu (30/7/2025).
Ia menyebut tindakan tersebut mencederai fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang menjamin kebebasan beragama dan beribadah bagi seluruh warganya. “Jangan biarkan aksi intoleran terus berulang. Negara ini berdiri di atas keberagaman,” tambahnya.
Desak Penegakan Hukum Tegas
GMMB menyerukan agar aparat penegak hukum, khususnya Polda Sumatera Barat, bertindak cepat dan tegas. Jonatan mendesak agar para pelaku tidak hanya ditangkap, tapi juga diadili secara terbuka.
“Kapolda Sumbar harus turun langsung. Pelaku harus ditangkap, ditahan, dan diadili dengan transparan. Masyarakat ingin melihat keadilan benar-benar ditegakkan,” ucapnya lantang.
Ia juga menekankan bahwa pembubaran ibadah tanpa dasar hukum merupakan pelanggaran terhadap UUD 1945. Negara wajib hadir untuk melindungi hak konstitusional warga negara.
Peringatan Keras: Jangan Biarkan Kebencian Menang!
Sebagai penutup, Jonatan Panjaitan menyampaikan pesan mendalam yang menggugah kesadaran nasional. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak tunduk pada provokasi kebencian dan kekerasan.
“Kita ini bangsa besar yang dibangun di atas keberagaman. Jangan biarkan tindakan intoleran merusak masa depan anak-anak bangsa. Indonesia adalah rumah bersama, bukan milik satu golongan,” pungkasnya.***
Gereja GKSI di Padang Dirusak, Generasi Muda Batak Murka: Ini Penghinaan terhadap Toleransi!










