DEPOK, Radarjakarta.id – Sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, Perum Bulog bersinergi dengan TNI menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapangan Tembak 600 Meter, Divisi Infanteri 1 Kostrad, Cilodong, Depok, pada Jumat (25/7/2025).
Kegiatan ini merupakan lanjutan dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang diinisiasi pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas). Tujuannya adalah menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan pokok di seluruh wilayah Indonesia, khususnya menjelang akhir tahun.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, hadir langsung untuk meninjau jalannya kegiatan. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi erat antara Bulog dan TNI.
“Bulog mengucapkan terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada jajaran TNI atas dukungan luar biasa yang diberikan dalam berbagai penugasan, termasuk dalam mendukung logistik pangan nasional,” ujar Rizal.
Pada kegiatan GPM tersebut, Bulog menyalurkan beberapa komoditas utama dengan harga terjangkau:
1. Beras SPHP sebanyak 10 ton dengan harga Rp12.500/kg (Rp62.500 per karung),
2. Minyak goreng Minyak Kita sebanyak 2 ton dengan harga Rp15.700/liter,
3. Gula pasir sebanyak 1 ton dengan harga Rp17.500/kg.
Kasdivif 1 Kostrad, Brigadir Jenderal TNI Vivin Alvianto, menyampaikan bahwa dukungan TNI terhadap program ini merupakan bagian dari kontribusi nyata untuk membantu masyarakat dan menjaga stabilitas pangan nasional.
“Kami sangat mendukung program ini karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat dan keluarga besar TNI. Animo masyarakat sangat tinggi,” ujar Vivin.
Ke depan, sinergi antara Bulog dan TNI akan diperkuat melalui kegiatan serupa di berbagai satuan TNI di seluruh Indonesia.
Program SPHP yang dijalankan sejak Juli hingga Desember 2025 menargetkan penyaluran beras sebanyak 1,3 juta ton ke seluruh pelosok tanah air. Penyalurannya dilakukan melalui berbagai kanal, mulai dari pengecer di pasar, koperasi desa, kios binaan pemerintah daerah, hingga instansi seperti TNI dan Polri.
Salah satu warga, Maryati, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini.
“Kami senang bisa beli beras dengan harga murah dan terjangkau. Ini sangat membantu kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Dengan adanya sinergi ini, pemerintah optimistis target swasembada pangan nasional dapat tercapai sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi.| Aji*











