Nurmala Kartini Sjahrir Jalani Fit and Proper Test, Angkat Diplomasi RI-Jepang

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Komisi I DPR RI menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap Nurmala Kartini Sjahrir, calon Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Jepang. Nurmala hadir di Kompleks Parlemen Senayan dan memaparkan visi diplomasi Indonesia di negeri sakura .

Hilirisasi, Teknologi & Perlindungan WNI

Usai sesi tertutup, Nurmala menjelaskan bahwa diskusi uji kelayakan memuat sejumlah isu strategis: penguatan hubungan ekonomi, kerjasama kesehatan, transfer teknologi, serta perlindungan terhadap WNI di Jepang.

“Kita harus lihat energi terbarukan dan program hilirisasi Jepang maju secara teknologi, Indonesia kaya SDA dan SDM menuju Indonesia Emas 45,” ujarnya.

Dia menekankan pentingnya keterbukaan Jepang untuk alih teknologi dan peningkatan keterampilan pekerja migran Indonesia.

Tapak Diplomasi & Latar Akademik

Nurmala bukan pendatang baru dalam ranah diplomasi. Ia pernah menjadi Dubes Indonesia untuk Argentina, merangkap Paraguay dan Uruguay (2010–2014), serta menerima penghargaan ‘Grand Cross of the Order of May’ dari pemerintah Argentina.

Lahir 1 Februari 1950 di Toba, Sumatera Utara, ia adalah adik dari Luhut Binsar Pandjaitan. Berbekal pendidikan sarjana (UI, 1976), Magister (Boston University, 1981), dan gelar doktor (Boston University, 1990) dalam bidang antropologi, dia juga pernah menjabat Ketua Asosiasi Antropologi Indonesia.

Karier Sosial-Politik & Organisasi

Selain karier diplomatik, Nurmala aktif di berbagai organisasi sosial-politik:

• Ketua Yayasan Kebun Binatang Ragunan, pembela hak perempuan, dan lingkungan

• Mantan Ketua Umum Partai Perjuangan Indonesia Baru

• Dosen dan peneliti senior

Saat ini, ia juga tercatat sebagai independent commissioner pada PT Siloam International sejak 2019.




Rangkaian Fit and Proper Test Dubes

Nurmala tergabung dalam sesi pertama dengan 11 kandidat lainnya, termasuk calon Dubes AS dan Singapura. Komisi I DPR menggali isu geopolitik, pengalaman diplomatika, dan kesiapan kandidat melaksanakan visi-misi Presiden di negara penempatan.

Hasil Evaluasi DPR

Setelah sesi uji, Komisi I akan mengadakan rapat internal untuk mengevaluasi seluruh pemaparan kandidat. Hasilnya akan disampaikan ke Pimpinan DPR sebelum ke Presiden untuk pengangkatan resmi.

Nurmala Kartini Sjahrir mengedepankan strategi diplomasi pragmatis dengan fokus transfer teknologi, pengembangan SDM, dan perlindungan WNI. Kombinasi pengalaman lama sebagai duta besar, latar akademik kuat, serta jejaring sosial-politik menjadikannya kandidat yang layak untuk mengemban amanah menjadi Duta Besar RI di Tokyo.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.