Arab Saudi Stop Terbitkan Visa Furoda 2025, Ribuan Jemaah Gagal Berangkat!

banner 468x60

JAKARTA, Radar Jakarta — Kejutan besar jelang musim haji 2025! Pemerintah Arab Saudi secara resmi menghentikan penerbitan visa furoda, visa undangan khusus yang selama ini jadi jalur alternatif ibadah haji tanpa antre. Dampaknya? Ribuan calon jemaah haji Indonesia gagal berangkat, bahkan ada yang baru diberi kabar sehari sebelum jadwal keberangkatan!

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum DPP AMPHURI, Firman M. Nur, usai melakukan pengecekan ke Kementerian Haji dan Umrah di Makkah serta Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI.

“Ya betul, pemerintah Saudi tidak menerbitkan visa furoda tahun ini,” ungkap Firman, Rabu (28/5/2025).

Kerugian Fantastis: Ratusan Juta Raib, Jemaah Gigit Jari

Tak hanya batal berangkat, banyak jemaah sudah telanjur membayar paket perjalanan dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah per orang. Uang sudah keluar, koper sudah siap, tapi visa batal.
Penyelenggara pun ikut buntung. Biaya hotel, konsumsi, transportasi di Arab Saudi sudah dibayarkan dan sulit ditarik kembali karena sistem visa sepenuhnya dikelola pemerintah Saudi.

DPR Minta Solusi Nyata: Uang Kembali atau Ganti Tahun Depan

Anggota Tim Pengawas Haji DPR RI, Singgih Januratmoko, menuntut adanya kepastian solusi untuk jemaah:

“Apakah itu uang dikembalikan, atau digunakan untuk haji tahun depan. Yang penting tidak ada yang dirugikan,” tegasnya, Jumat (30/5/2025).

AMPHURI Terbitkan Surat Edaran Resmi

Menanggapi situasi ini, AMPHURI mengeluarkan surat edaran resmi nomor 443/DPP-AMPHURI/V/2025 tertanggal 27 Mei 2025, mengimbau para penyelenggara untuk:
✅ Memberi penjelasan terbuka ke jemaah,
✅ Mendorong penggunaan jalur haji khusus yang resmi dan terstruktur.

Aturan Baru Visa Umrah: Hotel Wajib Bersertifikat atau Visa Ditolak!

Tak cukup sampai di situ, Pemerintah Saudi juga mengubah aturan visa umrah yang akan berlaku mulai 10 Juni 2025 (14 Zulhijah 1446 H).

Mulai tahun ini, hanya hotel yang memiliki izin resmi dari Difa’ Madani dan Kementerian Pariwisata Saudi yang diakui dalam sistem penerbitan visa. Jika hotel belum bersertifikat, visa umrah tidak akan keluar!

Hal ini membuat biro perjalanan harus lebih selektif dalam memilih mitra. Paket umrah diprediksi akan lebih mahal dan lebih ketat dalam prosedur.

Kemenag Ingatkan: Waspada Penipuan Visa Non-Haji

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief, turut angkat bicara. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran berangkat haji dengan visa non-haji.

“Banyak warga Indonesia tertipu. Mereka dijanjikan berangkat dengan visa yang katanya resmi, padahal bukan visa haji,” jelas Hilman saat melepas keberangkatan petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede (28/4/2025).

Pemerintah Saudi pun mewanti-wanti Indonesia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya taat regulasi, demi menjaga kehormatan dan keamanan ibadah haji.

Pilih Jalur Resmi, Jangan Ambil Risiko!

Kasus batalnya ribuan visa furoda ini menjadi pelajaran mahal bagi semua pihak. Pemerintah Saudi kini lebih ketat dan disiplin dalam menerapkan kebijakan visa.
Masyarakat diimbau hanya berangkat melalui penyelenggara resmi dan terdaftar, agar ibadah tetap sah, aman, dan tenang.

• Waspada Tawaran Jalur Instan Haji!
•  Hindari Penipuan Visa Non-Resmi!
•. Gunakan Penyelenggara Resmi yang Patuh Aturan!

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.