Bomm! Ukraina Diledakkan Dengan Bom Raksasa 3,3 Ton Oleh Rusia

banner 468x60

Ledakan besar terjadi di desa Lyptsi di utara wilayah Kharkiv, akibat serangan bom tersebut. 

Radarjakarta.id | LUAR NEGERI — Rusia dilaporkan untuk pertama kalinya menggunakan bom FAB-3000 UMPK seberat 3 ton. Dan ini akan menjadi awal horror yang mengerikan bagi Ukraina.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam video yang dirilis Saluran Telegram Rusia Kamis 20 Juni 2024 terlihat sebuah ledakan besar terjadi akibat serangan bom tersebut. 

Serangan dilaporkan dilakukan di desa Lyptsi di utara wilayah Kharkiv. Tempat pertempuran sengit saat ini sedang berlangsung.

Rekaman medan perang menangkap momen serangan FAB-3000 di wilayah Kharkiv. Analis perang mengatakan kemampuan yang sangat merusak ini bisa menjadi masalah besar bagi pasukan Ukraina.

Dikatakan bahwa amunisi ini dilengkapi dengan modul perencanaan dan koreksi terpadu yang mengubahnya menjadi bom luncur. Bom raksasa itu diluncurkan dari udara dari jarak jauh.

“Pasukan Rusia telah meningkatkan penggunaan bom luncur terpandu dan tidak terarah terhadap Ukraina, khususnya di Oblast Kharkiv, yang menimbulkan dampak yang menghancurkan,” kata mereka.

Tidak seperti bom gravitasi konvensional, bom luncur memiliki permukaan kendali penerbangan dan merupakan senjata penangkal. Pesawat penyerang dapat melepaskannya dari jarak jauh dalam banyak kasus, jauh di luar jangkauan sistem pertahanan udara Ukraina.

Selain memiliki daya rusak yang besar, senjata ini juga sangat sulit untuk ditembak jatuh. Solusi paling mungkin adalah menembak pesawat sebelum melepaskan bomnya. Ssenjata-senjata berbahaya tersebut ditembakkan sebagian besar oleh bomber serang Su-34 Fullback. Dengan jangkauan 30-40 km, pesawat bisa melepaskan bomnya dari luar perbatasan Ukraina.

Hal ini menjadikan Ukraina kesulitan untuk menembak jatuh mereka. Keuntungannya, dengan jangkauan tersebut Rusia sejauh ini tidak bisa menggunakannya untuk menyerang kota-kota yang lebih dalam seperti Kyiv. Hal ini karena hingga sekarang pesawat Rusia belum berani masuk terlalu dalam ke wilayah Ukraina.

Penggunaan FAB-3000 UMPK jelas akan menjadi kabar buruk bagi pasukan Ukraina. Tidak hanya memberikan kerusakan besar, bom juga memiliki dampak psikologis tinggi bagi pasukan. Terlebih rakyat sipil.

Rusia mulai menggunakan FAB-3000 di tengah upayanya melakukan serangan ke Kharkiv. Kota terbesar kedua di Ukraina. Tetapi hingga lebih dari satu bulan serangan masih tertahan di wilayah-wilayah dekat perbatasan. Selain di Lypsi, Rusia juga menghadapi perlawanan keras di desa Vovchanks. Hingga saat ini Rusia belum bisa menguasai desa tersebut. Bahkan Ukraina tidak lagi dalam posisi bertahan, tetapi mulai berusaha melakukan serangan balik untuk memukul mundur pasukan Rusia.

Langkah ini bisa dilakukan seiring mulai mengalirnya bantuan senjata Amerika yang sempat tertunda berbulan-bulan. Lambatnya kemajuan pasukan Rusia juga tidak lepas keputusan diberikan Amerika dan sejumlah negara barat untuk memberikan izin ke Ukraina menggunakan senjata bantuan guna menyerang wilayah Rusia. Ini menjadikan Ukraina bisa menyerang sejumlah titik awal serangan serta jalur logistik Rusia.

Tetapi kni Rusia meningkatkan permainan dengan mulai menggunakan FAB-3000 UMPK. Jelas ini akan menjadi masalah besar bagi Ukraina.***


banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60