Wapres Gibran Dorong Pemanfaatan Teknologi untuk Tingkatkan Nilai Tambah Pariwisata Indonesia

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Wakil Presiden Gibran Rakabuming menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan nilai tambah sektor pariwisata Indonesia. Menurutnya, kekayaan alam dan budaya Nusantara harus dikelola secara inovatif agar semakin dikenal dunia sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Gibran saat menjadi pembicara utama dalam Wisuda Institut Pariwisata Trisakti (IPT) Tahun Akademik 2025/2026 di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2026). Acara tersebut diikuti 669 wisudawan dari program doktor, magister, sarjana, dan sarjana terapan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Gibran menilai, sektor pariwisata berpotensi menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional apabila mampu menghasilkan devisa, membuka lapangan kerja berkualitas, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pengembangan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan destinasi, tetapi juga membutuhkan inovasi dan teknologi untuk memperluas promosi serta meningkatkan daya saing Indonesia.

“Perlu kita pikirkan saat ini adalah bagaimana teknologi dapat menciptakan nilai tambah bagi pariwisata kita, bagaimana teknologi dapat meningkatkan manfaat langsung bagi masyarakat, bagaimana teknologi dapat membuat keindahan Indonesia ditemukan dunia. Kita ingin menciptakan high quality tourism,” ujar Gibran.

Ia juga menekankan pentingnya melibatkan masyarakat lokal dalam rantai pasok industri pariwisata. Keterlibatan petani, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta masyarakat adat dinilai dapat memperluas distribusi manfaat ekonomi sekaligus memperkuat kapasitas usaha di sekitar destinasi wisata.

Gibran mencontohkan praktik yang diterapkan Hotel Plataran Bromo, yang menjalin kerja sama dengan petani lokal sebagai pemasok bahan baku restoran, UMKM sebagai penyedia layanan wisata jip Gunung Bromo, serta masyarakat adat Tengger dalam kegiatan wisata edukasi. Menurutnya, kehadiran perusahaan besar seharusnya memperkuat, bukan menggeser, peran dan kemampuan ekonomi masyarakat setempat.

Selain pariwisata, Gibran menyoroti peran musik dan industri kreatif dalam memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat internasional. Ia menilai karya musisi Indonesia yang mendapat perhatian di luar negeri menunjukkan bahwa kreativitas dan kekayaan budaya dapat menjadi sarana memperluas pengaruh Indonesia di tingkat global.

Dalam konteks tersebut, pariwisata dan industri kreatif merupakan bagian dari soft power atau kekuatan lunak Indonesia untuk membangun daya tarik dan kedekatan dengan masyarakat dunia melalui budaya, nilai, dan kreativitas. Gibran menegaskan, pengembangan pariwisata perlu berjalan beriringan dengan inovasi teknologi, pelestarian budaya, serta pemberdayaan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

“Pariwisata merupakan salah satu instrumen penting dalam soft power Indonesia. Soft power adalah kekuatan suatu bangsa untuk membuatnya dicintai dunia,” pungkas Gibran.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.