JAKARTA, Radarjakarta.id – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengonfirmasi jumlah peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) bertambah menjadi lima orang. Peristiwa tersebut memicu perhatian publik dan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program, meski pemerintah menegaskan latsarmil tetap akan dilanjutkan.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan (BPSDM) Kemenhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia menyampaikan duka cita kepada seluruh keluarga korban. Berdasarkan penjelasan resmi, kelima peserta mengalami kondisi kesehatan yang berbeda, di antaranya henti jantung (cardiac arrest), heat stroke, tuberkulosis (TB), hingga gangguan pernapasan yang muncul selama pelatihan dan telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur di fasilitas kesehatan militer maupun rumah sakit rujukan.
Di tengah sorotan publik, Kemenhan menegaskan Latsarmil bukan bertujuan mencetak prajurit, melainkan membangun karakter disiplin, integritas, kepemimpinan, loyalitas, kerja sama, dan kemampuan manajerial bagi calon pengelola koperasi desa. Status para peserta tetap sebagai warga sipil dan tidak berubah menjadi anggota militer. Pemerintah memastikan evaluasi dilakukan mulai dari proses seleksi kesehatan, pengawasan medis, hingga pola pelaksanaan pelatihan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Sejumlah kalangan, mulai dari anggota DPR, pengamat, organisasi masyarakat sipil hingga pegiat hak asasi manusia, meminta investigasi menyeluruh atas rangkaian kematian peserta. Mereka menilai evaluasi harus dilakukan secara transparan, termasuk mengkaji kembali proporsi materi kemiliteran bagi calon manajer koperasi yang tugas utamanya berada di bidang pengelolaan ekonomi desa. Sementara itu, Kemenhan menyatakan akan terbuka terhadap masukan berbagai pihak demi penyempurnaan program.
Jumlah korban meninggal telah menjadi lima orang, Kemenhan menyampaikan belasungkawa, melakukan evaluasi menyeluruh, namun memastikan Program SPPI dan Latsarmil tetap dilanjutkan dengan penguatan aspek keselamatan peserta.
Peristiwa ini menjadi ujian penting bagi pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pembentukan karakter melalui pendidikan bela negara dan jaminan keselamatan peserta sipil. Hasil evaluasi yang transparan dinilai akan menjadi penentu kepercayaan publik terhadap keberlanjutan program strategis Koperasi Desa Merah Putih. ***











