Kemenhan: Latsarmil SPPI Dihentikan, Diganti Bela Negara dan Manajerial

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi menghentikan pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan sebagai calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). Program tersebut kini diubah menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial dengan materi yang lebih menitikberatkan pada pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kemampuan manajerial.

Keputusan tersebut diambil setelah Kementerian Pertahanan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan program, menyusul meninggalnya lima peserta di sejumlah lokasi pendidikan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan perubahan dilakukan atas arahan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sebagai bagian dari penyempurnaan sistem pembelajaran.

“Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, bukan Latsarmil lagi,” ujar Rico di Jakarta.

Menurutnya, pendekatan baru tersebut mengurangi berbagai materi yang bersifat taktis dan teknis kemiliteran. Latihan menembak tidak lagi menjadi bagian dari kurikulum, sementara intensitas latihan fisik disesuaikan dengan kondisi peserta yang berasal dari kalangan sipil.

Sebagai gantinya, pembekalan akan difokuskan pada penguatan disiplin, karakter, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta kemampuan manajerial sebagai bekal mengelola koperasi di tingkat desa maupun kawasan nelayan.

Kemhan juga memastikan aspek kesehatan menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan program ke depan. Pemeriksaan kesehatan peserta akan dilakukan lebih komprehensif, porsi latihan fisik disesuaikan dengan kemampuan masing-masing, serta penanganan medis diperkuat untuk mengantisipasi kondisi darurat.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, mengatakan evaluasi juga mencakup metode pembelajaran agar lebih adaptif, edukatif, dan memperhatikan kondisi psikologis peserta.

Selain menanamkan nilai bela negara, kata Ketut, pelatihan akan diarahkan untuk membangun semangat kerja sama, kemampuan memecahkan persoalan, serta kepemimpinan yang dibutuhkan dalam pengelolaan koperasi.

Evaluasi tersebut dilakukan setelah lima peserta SPPI dilaporkan meninggal dunia selama mengikuti program pelatihan di sejumlah satuan pendidikan berbeda. Peristiwa itu mendorong pemerintah meninjau kembali seluruh mekanisme pelaksanaan program agar lebih mengedepankan keselamatan peserta tanpa menghilangkan tujuan pembentukan karakter.

Kemhan menegaskan perubahan konsep pelatihan bukan berarti menghilangkan nilai-nilai bela negara, melainkan menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan peserta sebagai calon penggerak ekonomi masyarakat melalui Koperasi Merah Putih.

Dengan perubahan tersebut, pemerintah berharap program pembekalan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang disiplin, berintegritas, memiliki jiwa kepemimpinan, sekaligus siap mengelola koperasi secara profesional dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan kesehatan peserta.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.