JAKARTA, Radarjakarta.id – Regenerasi kepemimpinan menjadi langkah strategis yang terus dijaga oleh Srikandi Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya dalam memastikan keberlanjutan organisasi.
Memasuki akhir masa kepengurusan periode 2021–2026, organisasi perempuan tersebut resmi membuka tahapan penjaringan Calon Ketua Umum Pengurus Pusat Srikandi TP Sriwijaya untuk masa bakti 2026–2031.
Proses ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah perjuangan organisasi lima tahun mendatang, sekaligus memperkuat peran perempuan dalam pembangunan sosial, kemasyarakatan, dan pemberdayaan di berbagai daerah.
Pembukaan penjaringan ditandai dengan diterbitkannya Surat Nomor 08.007/PP-SRKND/VI/2026 tertanggal 19 Juni 2026 tentang Pra Penjaringan Calon Ketua Umum Srikandi TP Sriwijaya. Langkah tersebut merupakan bagian dari agenda regenerasi yang telah disiapkan menjelang berakhirnya masa kepengurusan Pengurus Pusat periode 2021–2026.
Sebagai tahapan awal menuju Musyawarah Besar (Mubes), Pengurus Pusat Srikandi TP Sriwijaya menggelar kegiatan Pra Mubes di Jakarta pada Selasa, 23 Juni 2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Ketua Umum TP Sriwijaya Ahmad Fauzan, SH., MH., Pembina Srikandi TP Sriwijaya Hj. Hanna Gayatri, SH., Ketua Umum Srikandi TP Sriwijaya Nyimas Aliah, SE., S.Sos., M.I.Kom., serta jajaran pengurus pusat dan para ketua bidang.
Dalam forum tersebut, para pengurus menegaskan bahwa proses pergantian kepemimpinan harus berjalan secara demokratis, transparan, dan profesional.
Organisasi berharap tahapan penjaringan mampu melahirkan figur perempuan yang memiliki kapasitas kepemimpinan, integritas, serta komitmen kuat dalam membesarkan organisasi di tingkat nasional.
Selain membahas agenda penjaringan calon ketua umum, Pra Mubes juga menjadi forum evaluasi kinerja organisasi selama lima tahun terakhir.
Masing-masing ketua bidang menyampaikan laporan pertanggungjawaban program kerja yang telah dijalankan sepanjang periode 2021–2026.
Paparan tersebut mencakup capaian program yang berhasil direalisasikan, agenda yang belum terlaksana, hingga berbagai tantangan dan kendala yang dihadapi selama menjalankan roda organisasi.
Evaluasi ini dinilai penting sebagai bahan perbaikan dan penyusunan strategi organisasi pada periode mendatang.
Panitia Penjaringan juga memaparkan mekanisme serta tahapan seleksi calon Ketua Umum Srikandi TP Sriwijaya periode 2026–2031.
Proses penjaringan dirancang secara objektif untuk memastikan setiap kandidat mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengikuti tahapan seleksi. Setelah memenuhi persyaratan administrasi, para bakal calon akan mengikuti proses verifikasi dan penilaian lebih lanjut.
Tim penjaringan dijadwalkan melakukan pertemuan langsung dengan masing-masing kandidat guna mendalami visi, misi, gagasan, serta komitmen mereka dalam mengembangkan organisasi dan memperkuat kontribusi perempuan dalam pembangunan bangsa.
Pembukaan penjaringan ini sekaligus membuka ruang bagi kader-kader terbaik Srikandi TP Sriwijaya dari berbagai daerah untuk tampil sebagai calon pemimpin organisasi.
Kehadiran figur pemimpin baru diharapkan mampu memperkuat eksistensi organisasi, meningkatkan kualitas program kerja, serta memperluas jangkauan pengabdian kepada masyarakat.
Adapun sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh bakal calon Ketua Umum Srikandi TP Sriwijaya masa bakti 2026–2031 antara lain merupakan warga masyarakat Belajasumba yang berpegang teguh pada Pancasila dan UUD 1945, Berusia minimal 30 tahun, Memiliki jiwa kepemimpinan yang bijaksana, berintegritas, memiliki kepedulian sosial tinggi, serta memiliki rekam jejak yang baik.
Selain itu, calon juga tidak pernah terlibat pelanggaran hukum, bersedia mengabdikan pikiran, tenaga, dan waktunya untuk organisasi, memahami isu gender dan perlindungan anak, serta memperoleh dukungan minimal dari dua Pengurus Daerah (Pengda).
Persyaratan lainnya meliputi pengisian formulir pendaftaran secara langsung, melampirkan pas foto, membuat surat pernyataan kesediaan menjadi calon Ketua Umum, menyatakan siap menang maupun siap kalah, serta wajib hadir pada saat pelaksanaan pemilihan.
Musyawarah Besar Srikandi TP Sriwijaya yang akan digelar dalam waktu dekat dipandang sebagai momentum strategis untuk menentukan arah organisasi lima tahun ke depan.
Melalui proses penjaringan yang terbuka dan demokratis, Srikandi TP Sriwijaya berharap dapat melahirkan pemimpin perempuan yang visioner, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu memperkuat solidaritas organisasi di seluruh Indonesia.
Regenerasi kepemimpinan ini juga menjadi bukti komitmen Srikandi TP Sriwijaya dalam menjaga kesinambungan organisasi sekaligus memperluas kontribusinya bagi masyarakat.
Dengan hadirnya kepemimpinan baru yang kuat dan inovatif, organisasi optimistis dapat terus menjadi wadah perempuan yang aktif berperan dalam pembangunan, pemberdayaan sosial, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.











