JAKARTA, Radarjakarta.id – Musik menjadi jembatan untuk mengenalkan kekayaan Indonesia Timur sekaligus menghadirkan dampak sosial. Semangat itu diusung SNADA Indonesia 2026 melalui tema “Suara dan Nada dari Indonesia Timur” yang akan digelar di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Memasuki penyelenggaraan tahun kedua, SNADA Indonesia tidak sekadar menawarkan pertunjukan musik. Festival ini membawa cerita tentang budaya, alam, karya, serta kehidupan masyarakat Indonesia Timur ke panggung yang lebih luas, sekaligus menggalang dukungan untuk pendidikan anak-anak di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Founder sekaligus CEO OPPAL dan SNADA Indonesia, Bernard Permadi, mengatakan musik mempunyai kekuatan untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.
“Musik memiliki kekuatan untuk menghubungkan orang melampaui bahasa, budaya, usia, dan jarak,” ujar Bernard dalam konferensi pers SNADA Indonesia 2026 di Plataran Kinandari, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (3/9/2026).
Menurut Bernard, kekuatan musik tersebut menjadi fondasi SNADA Indonesia dalam memperkenalkan cerita Indonesia Timur sekaligus membangun koneksi antarmasyarakat.
Musisi Lintas Generasi Siap Berkolaborasi
SNADA Indonesia 2026 akan menghadirkan sederet musisi, antara lain Anggun, DEWA19, Andmesh, Fresly Nikijuluw, Jacson Zeran, Toton Caribo, dan Moluccan Soul.
Penampilan para musisi tersebut akan dipadukan dengan aransemen musik orkestra dari Rumah Orkestra Jogja. Konsep ini menjadi ciri SNADA Indonesia dalam mempertemukan karya musik lintas generasi dengan kekuatan orkestra dan elemen pertunjukan budaya.
Pertunjukan juga melibatkan Team Roro, kelompok seni pertunjukan dan tari kontemporer yang didirikan Ronald Soe.
CEO Antara Suara, Andri Verraning Ayu, menegaskan SNADA dirancang bukan hanya sebagai konser, tetapi sebagai pengalaman yang membawa penonton lebih dekat dengan kekayaan Indonesia Timur.
“SNADA bukan hanya tentang menghadirkan sebuah konser, tetapi juga bagaimana membawa kekayaan Indonesia Timur lebih dekat kepada penonton melalui sebuah pengalaman yang dapat dirasakan,” ujar Andri.
Musik untuk Pendidikan Anak di NTT
Pesan sosial menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan SNADA Indonesia 2026. Tahun ini, program sosial difokuskan pada sektor pendidikan di Elar, Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
OPPAL sebelumnya melakukan kunjungan langsung ke salah satu sekolah di wilayah tersebut pada 28 Juli 2026. Kunjungan itu dilakukan untuk melihat kondisi sekolah dan menyalurkan bantuan.
Penyelenggara menyebut akses menuju lokasi masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk kondisi infrastruktur dan jalan. Salah satu program yang didorong adalah renovasi SDN 01 Leko Muntin, Elar, Manggarai, NTT, melalui kolaborasi dengan Yayasan Sekolah Untuk Kamu Indonesia.
Konsep tersebut membuat SNADA Indonesia 2026 tidak berhenti pada panggung hiburan. Pembelian tiket juga diarahkan menjadi bagian dari kontribusi penonton terhadap program pendidikan bagi anak-anak di wilayah 3T.
“Pendidikan itu menjadi roots kita. Pendidikan memang harus benar-benar dirasakan secara luas, termasuk oleh anak-anak di Indonesia Timur,” ujar pihak penyelenggara.
Kolaborasi Lintas Sektor
Semangat “Berharmoni Bersama” juga diwujudkan melalui keterlibatan sejumlah mitra dari berbagai sektor. Antara Suara menjadi mitra penyelenggara resmi, sementara Sucor Sekuritas berkolaborasi dengan OPPAL untuk menghubungkan industri kreatif dengan literasi pasar modal.
CEO Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, mengatakan literasi keuangan perlu hadir di ruang yang dekat dengan generasi muda.
“Literasi keuangan perlu hadir di ruang-ruang yang dekat dengan generasi muda,” kata Bernadus.
Dukungan lainnya datang dari BCA melalui program khusus pengguna myBCA berupa potongan harga tiket 10 persen melalui fitur Lifestyle. ANTAM membawa pesan investasi berkelanjutan melalui emas, sedangkan JNE Express berperan sebagai Official Logistics Partner.
Dengan perpaduan musik, budaya dan aksi sosial, SNADA Indonesia 2026 diharapkan menjadi lebih dari sekadar konser. Panggung di Istora Senayan akan menjadi ruang untuk memperkenalkan suara Indonesia Timur sekaligus mendorong kepedulian terhadap pendidikan anak-anak di wilayah 3T.
SNADA Indonesia 2026 mengusung semangat “Music Connects People and Creates Impacts” musik yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menghubungkan dan menciptakan dampak nyata.***











