BANDUNG, Radarjakarta.id – Beauty store Abby and Gail akan menggelar FYP (Find Your Persona), sebuah beauty event dengan konsep berbeda yang mengajak pengunjung mengenali karakter diri, gaya hidup, dan kebutuhan kecantikan secara lebih personal. Acara ini akan berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 di Braga8 Bandung, dengan akses masuk gratis.
Berbeda dari beauty event pada umumnya yang berfokus pada promosi dan eksplorasi produk, FYP menghadirkan pengalaman kecantikan yang lebih immersive dan personal. Pengunjung tidak hanya diajak mengenal berbagai produk, tetapi juga memahami kebutuhan beauty berdasarkan kondisi kulit, preferensi, dan gaya hidup masing-masing.
Salah satu pengalaman unggulan dalam acara ini adalah fitur Skin Scan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dapat dicoba secara gratis. Selain itu, pengunjung juga bisa mengeksplorasi Scan Care dan mengenal empat persona yang merepresentasikan gaya hidup Gen Z.
Berangkat dari Kebiasaan Membeli Produk karena Tren
Tren kecantikan di media sosial kerap memengaruhi keputusan seseorang dalam memilih skincare maupun makeup. Tidak sedikit orang yang tertarik membeli produk karena viral atau melihat hasil pemakaiannya pada orang lain.
Padahal, kondisi kulit, undertone, gaya hidup, hingga preferensi makeup setiap orang berbeda. Produk yang cocok untuk seseorang belum tentu memberikan hasil yang sama bagi orang lain.
Melalui FYP, Abby and Gail ingin mengajak masyarakat mengubah pendekatan dalam memilih produk kecantikan. Alih-alih langsung bertanya produk apa yang sedang populer, konsumen diajak memahami kebutuhan dirinya terlebih dahulu.
Pendekatan ini menjadi dasar konsep Find Your Persona, yang menempatkan pemahaman diri sebagai langkah awal sebelum menentukan pilihan beauty product.
Skin Scan Berbasis AI, Kenali Karakter Kulit dari Ponsel
Salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam FYP adalah Skin Scan, sebuah fitur berbasis AI yang dikembangkan untuk membantu pengguna mengenali karakteristik kulit dan mendapatkan referensi dalam memilih produk kecantikan.
Melalui fitur ini, pengguna dapat memperoleh informasi terkait skin tone, undertone, dan personal color, serta rekomendasi warna makeup dan produk skincare maupun makeup yang relevan dengan hasil pemindaian.
Teknologi tersebut dirancang agar pengguna dapat memperoleh gambaran awal mengenai karakter kulit dengan lebih mudah melalui ponsel.
Fransisca Irene, Owner Abby and Gail menjelaskan bahwa Skin Scan hadir untuk membuat pengalaman mengenali karakter kulit menjadi lebih mudah diakses.
“Dulu, orang kalau mau tahu kondisi kulit saja harus ke dokter atau klinik kecantikan. Belum lagi harus bayar mahal. Sekarang, semuanya bisa dilakukan di mana saja, cukup pakai HP dan gratis dengan Skin Scan,” ujar Fransisca.
Ia menambahkan, pengembangan teknologi ini turut melibatkan kemampuan AI engineering internal Abby and Gail serta perhatian terhadap color science agar hasilnya dapat menjadi referensi dalam memilih produk kecantikan.
“Abby and Gail mengembangkan teknologi Skin Scan ini secara khusus karena kami punya AI engineering sendiri. Kami juga memperhatikan color science-nya. Harapannya, orang bisa membeli produk sesuai profiling kulit sendiri, bukan hanya karena viral atau kata orang. Sehingga fitur ini bisa menjadi solusi dari problem beauty banyak orang,” tambahnya.
Meski demikian, Skin Scan merupakan fitur rekomendasi kecantikan, bukan alat diagnosis medis. Pengguna yang mengalami masalah kulit dan membutuhkan diagnosis atau penanganan medis tetap disarankan berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit atau tenaga kesehatan yang kompeten.











