Kemenekraf Dorong Hilirisasi Fotografi Lewat Kolaborasi dengan Industri Penerbitan dan Percetakan

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong hilirisasi karya fotografi melalui kolaborasi dengan industri penerbitan dan percetakan. Upaya tersebut diwujudkan melalui partisipasi dalam The 27th All Print Indonesia Expo 2026 yang berlangsung pada 7–10 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Berkolaborasi dengan Krista Exhibitions, Kemenekraf melalui Direktorat Penerbitan dan Fotografi menghadirkan pameran karya fotografi serta talkshow bertema zine. Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat keterhubungan subsektor fotografi, penerbitan, dan industri percetakan dalam menciptakan produk kreatif bernilai tambah.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengatakan pengembangan ekonomi kreatif tidak cukup hanya berfokus pada penciptaan karya, tetapi juga perlu mendorong pengolahan karya menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan peluang pasar.

“Ekonomi kreatif harus kita dorong tidak hanya pada penciptaan karya, tetapi juga pada bagaimana karya tersebut dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan peluang ekonomi,” ujar Teuku Riefky Harsya.

Menurutnya, kolaborasi lintas subsektor dapat memperkuat rantai nilai ekonomi kreatif, mulai dari penciptaan, produksi, hingga distribusi dan pemasaran. Dengan demikian, pelaku ekonomi kreatif Indonesia diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan usaha, memperluas akses pasar, dan meningkatkan daya saing hingga tingkat global.

Senada dengan itu, Deputi Bidang Kreativitas Media, Cecep Rukendi, menilai keterhubungan antara fotografi, penerbitan, dan percetakan dapat membuka peluang baru bagi pengembangan usaha kreatif.

Ia menjelaskan, karya fotografi tidak hanya berhenti pada proses penciptaan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk publikasi melalui kolaborasi dengan subsektor lain.

“Melalui penerbitan dan industri percetakan, karya fotografi dapat diolah menjadi media publikasi yang memiliki karakter, nilai tambah, dan peluang pasar yang lebih luas,” kata Cecep.

Angkat Kisah Pemulihan Bencana Sumatra

Dalam pameran tersebut, Kemenekraf menampilkan karya hasil Pelatihan Fotografi dan Storytelling bertajuk “Cerita Pulih: Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Sumatra”.

Karya-karya itu berasal dari pelatihan yang diselenggarakan di tiga lokasi, yakni Aceh Tamiang, Tapanuli Selatan, dan Padang Pariaman. Melalui perspektif fotografi, peserta mengangkat cerita mengenai proses pemulihan masyarakat dan wilayah yang terdampak bencana.

Pameran ini memperlihatkan bahwa fotografi tidak hanya berfungsi sebagai medium dokumentasi, tetapi juga sebagai sarana bercerita, membangun empati, dan menyampaikan pengalaman masyarakat kepada khalayak yang lebih luas.

Pengemasan karya melalui pameran sekaligus menunjukkan potensi fotografi untuk dikembangkan lebih lanjut melalui proses kurasi, desain, produksi cetak, dan publikasi.

Zine Jadi Medium Publikasi Kreatif

Selain pameran, Kemenekraf menghadirkan talkshow bertema “Zine” pada Jumat (9/10/2026), pukul 17.00–17.45 WIB, di Main Stage Hall A, JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Sesi tersebut menghadirkan fotografer profesional Marrysa Tunjung Sari untuk membahas potensi zine sebagai medium publikasi kreatif yang mempertemukan fotografi, penerbitan, dan industri percetakan.

Zine merupakan media publikasi yang memberikan ruang bagi kreator untuk mengolah dan menyebarluaskan karya visual secara inovatif. Dengan memadukan fotografi, narasi, desain, dan teknik produksi cetak, zine memungkinkan fotografer serta pelaku kreatif mengeksplorasi gagasan sekaligus menghasilkan publikasi dengan karakter dan identitas tersendiri.

Lebih dari sekadar media publikasi, zine juga berpotensi dikembangkan menjadi produk kreatif yang dapat diproduksi, didistribusikan, dan dipasarkan. Potensi tersebut membuka peluang usaha sekaligus memperluas akses pasar bagi fotografer dan pelaku ekonomi kreatif.

Perkuat Daya Saing Produk Kreatif Indonesia

Melalui keikutsertaan dalam All Print Indonesia Expo 2026, Kemenekraf mendorong terbentuknya ekosistem kolaborasi yang lebih kuat antara fotografer, penerbit, desainer, pelaku industri percetakan, dan pelaku usaha kreatif.

Sinergi lintas subsektor ini diharapkan dapat memperluas akses promosi dan pasar, mendorong pengembangan produk inovatif, serta meningkatkan daya saing karya kreatif Indonesia.

Langkah tersebut juga sejalan dengan upaya Kemenekraf mendorong pelaku ekonomi kreatif dari local hero menjadi national champion, hingga mampu menembus pasar global sebagai global champion.

Melalui penguatan kapasitas, peningkatan kualitas karya, dan perluasan jejaring kolaborasi, subsektor fotografi dan penerbitan diharapkan terus berkontribusi dalam menciptakan nilai tambah serta memperkuat pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.