NGAWI, Radarjakarta.id – Pembangunan jembatan dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim Ngawi terus dikebut. Hingga Selasa (27/10/2026), progres pengerjaan dilaporkan telah mencapai sekitar 50 persen. Satgas TMMD bersama masyarakat bergotong royong mempercepat pekerjaan agar jembatan dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan.
Saat ini, pengerjaan memasuki tahap pengecoran pagar jembatan dan penyelesaian akhir atau finishing. Personel Satgas TMMD bersama warga bekerja sama menyelesaikan setiap tahapan pembangunan dengan tetap memperhatikan kualitas hasil pekerjaan.
Dantim Satgas TMMD, Serka Marno, mengatakan bahwa percepatan pengerjaan difokuskan pada bagian pagar jembatan yang sedang dalam proses pengecoran dan pemolesan.
“Progres pembangunan jembatan saat ini sudah memasuki tahap pengecoran pagar jembatan serta pemolesan pagar. Kami bersama masyarakat terus menggenjot pengerjaan infrastruktur agar bisa selesai tepat waktu,” ujar Serka Marno.
Menurutnya, percepatan pembangunan menjadi perhatian penting karena musim hujan semakin dekat. Kondisi cuaca berpotensi memengaruhi kelancaran pekerjaan di lapangan sehingga setiap tahapan perlu dioptimalkan agar pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.
Untuk itu, Satgas TMMD dan masyarakat terus memperkuat semangat gotong royong dalam menyelesaikan pembangunan. Kolaborasi antara personel TNI dan warga diharapkan mampu mendukung percepatan pekerjaan tanpa mengesampingkan kualitas serta ketahanan konstruksi jembatan.
Pembangunan jembatan tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam menunjang akses transportasi, memperlancar mobilitas warga, dan mendukung aktivitas sehari-hari. Infrastruktur yang memadai juga diharapkan dapat membantu meningkatkan konektivitas antarwilayah di kawasan pedesaan.
Dengan progres pengerjaan yang dilaporkan mencapai 50 persen, Satgas TMMD ke-130 Kodim Ngawi bersama masyarakat terus berupaya menuntaskan pembangunan sesuai target. Semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi bagian penting dalam mendukung terwujudnya infrastruktur desa yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat luas.***











