MEDAN, Radarjakarta.id —
Sumatera Utara kembali menjadi sorotan tajam nasional. Bukan karena prestasi, melainkan karena tingginya angka kriminalitas. Berdasarkan data Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Bareskrim Polri per 27 Juli 2025, Polda Sumut mencatat 31.711 kasus kejahatan, menempati posisi kedua tertinggi se-Indonesia, hanya terpaut dari Polda Metro Jaya dengan 36.559 kasus.
Lebih mencengangkan, Polrestabes Medan kini menjadi pemegang rekor sebagai polres dengan jumlah kasus kejahatan tertinggi di Indonesia: 9.376 kasus. Di bawahnya menyusul Polrestabes Palembang (5.771 kasus) dan Jakarta Timur (4.996 kasus).
Namun, yang paling menyita perhatian publik adalah dua polsek di Medan yang menduduki posisi satu dan dua nasional dalam hal jumlah kasus terbanyak:
Polsek Percut Sei Tuan: 1.172 kasus
Polsek Sunggal: 1.047 kasus
Angka ini memicu kekhawatiran besar di tengah masyarakat. “Ini bukan sekadar statistik, ini alarm sosial. Sumut darurat kriminalitas, dan pemerintah harus segera bertindak,” ujar seorang pengamat sosial yang enggan disebut namanya.
Motif Ekonomi Picu Ledakan Kriminal
Jenis kejahatan yang paling dominan adalah pencurian dengan pemberatan (curat) dengan total 28.940 kasus secara nasional, mayoritas didorong oleh faktor ekonomi. Ini menjadi potret kerasnya realitas hidup di akar rumput.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, mengakui bahwa tingkat kejahatan di wilayahnya naik sekitar 3,3% dibanding semester pertama tahun 2024. “Ada peningkatan, tapi masih dalam batas wajar. Kami juga unggul dalam pengungkapan kasus narkoba secara nasional,” katanya.
Namun data berbicara lain. Dari total 242.380 kasus yang tercatat di seluruh Indonesia, hanya 12.073 kasus yang benar-benar tuntas, sementara lebih dari 164 ribu laporan masih belum tersentuh proses hukum.
Rasa Aman Dipertanyakan, Aksi Nyata Dinanti
Kondisi ini membuat warga Sumut mulai bersuara. Media sosial dipenuhi keluhan dan harapan agar aparat tak sekadar bangga pada pengungkapan, tapi menunjukkan keberanian menyelesaikan kasus dan mencegah kriminalitas sejak akar.
“Kami butuh rasa aman, bukan angka statistik. Selama jalanan tetap rawan dan laporan masyarakat tak ditindak, berarti negara belum hadir sepenuhnya,” ujar warga Medan, Al Pane, dengan nada kecewa. | Al Pane*
Percut Sei Tuan & Sunggal, Dua Polsek “Paling Rawan” di Indonesia Versi Bareskrim










