Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 Catat Pertumbuhan Bisnis 22 Persen, Dorong Ekosistem Emas dan Literasi Keuangan

Foto: Istimewa
banner 468x60

Dorong Digitalisasi melalui Aplikasi Pegadaian

Transformasi digital juga menjadi bagian penting dalam strategi Pegadaian. Perusahaan mengembangkan aplikasi Pegadaian Digital yang memungkinkan masyarakat melakukan berbagai transaksi emas secara lebih praktis.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat membeli dan menabung emas mulai dari nominal yang relatif terjangkau. Saldo emas dapat dipantau secara digital sehingga masyarakat tidak perlu menyimpan emas secara fisik di rumah. Pegadaian menyebut jumlah pengguna aplikasi tersebut telah mencapai sekitar 5,4 juta pengguna.

Aplikasi Pegadaian Digital juga telah terintegrasi dengan sejumlah ekosistem layanan perbankan sehingga masyarakat dapat mengakses produk Pegadaian melalui kanal digital yang lebih luas. Menurut Pegadaian, digitalisasi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem emas sekaligus memperluas inklusi keuangan masyarakat.

Empat Pilar Bisnis Emas

Dalam pengembangan ekosistem emas, Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 menjelaskan terdapat sejumlah layanan utama yang dikembangkan perusahaan.

Pertama, tabungan emas, yang memungkinkan masyarakat membeli emas secara bertahap sesuai kemampuan.
Kedua, titip emas, termasuk layanan penyimpanan emas bagi nasabah korporasi.
Ketiga, pinjaman modal kerja berbasis emas, yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha di sektor perdagangan emas.
Keempat, perdagangan emas batangan, yang dilakukan melalui jaringan Galeri 24.

Pegadaian menilai pengembangan ekosistem tersebut dapat mempertemukan kebutuhan masyarakat yang ingin menyimpan emas dengan kebutuhan pelaku usaha yang membutuhkan pembiayaan.

Literasi Keuangan Jadi Perhatian

Selain mengejar pertumbuhan bisnis, Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 juga menaruh perhatian terhadap literasi keuangan masyarakat, khususnya generasi muda.

Pegadaian secara rutin melakukan edukasi keuangan di kampus dan berbagai komunitas. Edukasi tersebut antara lain membahas pentingnya perencanaan keuangan, investasi, pengelolaan utang serta risiko pinjaman online ilegal maupun pinjaman yang tidak sesuai kemampuan.
Pegadaian menyatakan kegiatan literasi keuangan tidak hanya dilakukan pada momentum Bulan Inklusi Keuangan, tetapi telah dilakukan sepanjang tahun.

“Kami tidak harus menunggu Oktober untuk melakukan literasi keuangan. Mulai Januari kami sudah masuk ke kampus-kampus untuk memberikan edukasi,” kata Ichvan Ramdhani, Deputi Bisnis Area Jatiwaringin.

Langkah tersebut dinilai penting untuk membantu generasi muda memahami produk keuangan sebelum menggunakan layanan pembiayaan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.