Minim Literasi HKI, Dosen FH Unpam Turun Langsung ke SMK Pondok Petir

Foto: Istimewa
banner 468x60

Susanty Febriyanti, dosen FH Unpam yang menjadi Ketua Kelompok PKM, menjawab seluruh pertanyaan secara rinci dan sistematis. Ia menguraikan enam jenis perlindungan HKI yang relevan bagi siswa SMK, yakni Hak Cipta untuk karya desain dan tulisan, Paten untuk invensi teknologi, Merek untuk nama dan logo usaha, Desain Industri untuk tampilan fisik produk, Rahasia Dagang untuk informasi bisnis yang dirahasiakan, serta Indikasi Geografis untuk produk yang kekhasan kualitasnya berasal dari wilayah tertentu.

“HKI bukan hanya urusan pengusaha besar. Siswa SMK pun sudah punya karya yang layak dilindungi. Justru harus diketahui sejak sekarang, sebelum terlambat,” kata Susanty.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Susanty menekankan bahwa nilai sebuah karya tidak ditentukan semata oleh seberapa rumit proses pembuatannya, melainkan oleh seberapa besar potensi ekonomi yang dikandungnya. Sebuah logo sederhana yang dibuat siswa SMK, jika didaftarkan sebagai merek dan digunakan secara konsisten dalam kegiatan usaha, dapat menjadi aset bisnis yang bernilai tinggi di kemudian hari.

Sebagai landasan hukum, Susanty juga menjelaskan bahwa perlindungan HKI di Indonesia memiliki payung hukum yang kuat, di antaranya UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, UU No. 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, serta UU No. 13 Tahun 2016 tentang Paten. Pendaftaran dilakukan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM.

Menjelang penutupan, kegiatan ditutup dengan kuis evaluasi yang dipandu Irfan Fahmi. Tiga pertanyaan dilontarkan seputar konsep dasar Hak Cipta, prosedur pendaftaran Merek, dan contoh penerapan perlindungan HKI yang relevan dengan kehidupan siswa SMK.

Pada mulanya tidak ada peserta yang berani menjawab. Setelah mendapat dorongan dari fasilitator, dua siswa akhirnya maju ke depan kelas dan menyampaikan jawaban mereka dengan lantang di hadapan seluruh peserta.

“Tidak ada jawaban yang salah kalau kalian berani mencoba. Yang paling salah adalah diam saja padahal tahu jawabannya,” ujar Irfan.

Keduanya mendapat hadiah kenang-kenangan dari tim dosen sebagai bentuk penghargaan atas keberanian dan partisipasi aktif mereka. Tepuk tangan peserta pun membahana memenuhi ruangan.

Kegiatan PKM ini menyoroti kesenjangan yang cukup serius antara tingginya produktivitas kreatif siswa SMK dan rendahnya kesadaran mereka tentang nilai hukum dan ekonomi atas karya cipta yang dihasilkan. Siswa yang setiap hari bergelut dengan desain, merek, dan inovasi produk ternyata belum dibekali pengetahuan tentang cara melindungi hasil kerja mereka dari potensi penyalahgunaan pihak lain.

Kondisi tersebut dinilai perlu segera diatasi, mengingat siswa SMK adalah kelompok yang paling dekat dengan praktik kewirausahaan dan industri kreatif sejak usia muda. Tanpa literasi HKI yang memadai, potensi besar yang mereka miliki berisiko tidak terlindungi dan tidak termanfaatkan secara optimal.

Di akhir sesi penutup, para dosen FH Unpam yang hadir menyatakan komitmennya untuk terus menjalankan program serupa di sekolah-sekolah lain sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem kekayaan intelektual yang sehat di Indonesia, dimulai dari bangku sekolah menengah kejuruan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.