Menguji Kredibilitas Survei Tempo Data Science soal Kinerja Prabowo-Gibran dan Dinamika Politik Nasional

R. Haidar Alwi. (Foto: Ist)
banner 468x60

Tempo Data Science kemudian melangkah lebih jauh dengan menyatakan turunnya kepuasan publik berimbas pada elektabilitas Prabowo. Kesimpulan sebab-akibat itu tidak dapat dihasilkan hanya dari survei potong lintang.

Laporan tidak memperlihatkan tabulasi silang antara kepuasan dan pilihan presiden, tidak menggunakan panel responden yang sama, serta tidak mengendalikan faktor ekonomi, identitas politik, popularitas tokoh, atau kecenderungan partisan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Pernyataan bahwa dukungan Jokowi belum berdampak terhadap PSI juga tidak terbukti. Survei hanya merekam jawaban hipotetis responden.

Tidak ada pengukuran sebelum dan sesudah dukungan, tidak ada kelompok pembanding, dan tidak ada eksperimen. Yang ditemukan hanyalah persepsi responden, bukan bukti dampak politik.

Komposisi sampel yang hampir persis sama dengan populasi turut menimbulkan persoalan. Proporsi laki-laki dan perempuan tepat 50:50. Proporsi desa dan kota juga persis sama dengan populasi. Distribusi usia hampir menempel sempurna pada target populasi.

Kondisi itu menunjukkan kemungkinan penggunaan kuota atau pembobotan. Namun, laporan tidak menjelaskan apakah angka yang ditampilkan merupakan sampel mentah atau hasil pembobotan.

Jika menggunakan kuota, klaim peluang yang sama menjadi lemah. Jika menggunakan pembobotan, Tempo Data Science wajib membuka variabel pembobotan, rentang bobot, trimming, dan pengaruhnya terhadap ketidakpastian hasil.

Identitas pihak yang membiayai atau memesan survei juga tidak dicantumkan. Padahal Tempo Data Science menyatakan dirinya sebagai unit bisnis yang menyediakan riset, komunikasi strategis, dan publikasi.

Dalam survei politik, publik berhak mengetahui siapa sponsor, siapa penyusun instrumen, siapa pemasok data pembanding, dan sejauh mana pihak tersebut terlibat dalam pemilihan isu serta tokoh yang diuji.

Seluruh kelemahan ini tidak otomatis membuktikan bahwa data Tempo Data Science dipalsukan. Namun, beban pembuktian berada pada lembaga yang mengklaim surveinya representatif, objektif, akurat, dan menggunakan metodologi ilmiah yang ketat. Publik tidak dapat dipaksa mempercayai angka yang proses pembentukannya tidak dibuka.

Laporan tersebut baru menjadi presentasi politik yang dihiasi angka statistik. Grafiknya terlihat meyakinkan, persentasenya tampak presisi, dan kesimpulannya terdengar tegas. Namun, fondasi ilmiahnya masih tertutup.

Survei yang tidak membuka cara kerjanya tidak sedang meminta publik memeriksa kebenaran, melainkan hanya meminta publik untuk percaya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.