Mengejutkan! Abu Bakar Ba’asyir Datangi Jokowi, Jokowi Cium Tangan

banner 468x60

SOLO, Radarjakarta.id – Momen langka sekaligus mengejutkan terjadi di kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di kawasan Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Senin (29/9/2025). Sosok yang selama ini dikenal kontroversial, Abu Bakar Ba’asyir (ABB), tiba-tiba datang dan langsung disambut hangat oleh Jokowi.

Pertemuan dua tokoh berbeda kutub ini berlangsung sekitar 20 menit, namun meninggalkan kejutan besar. Jokowi bahkan disebut mencium tangan Ba’asyir sebagai bentuk penghormatan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

ABB Tegas: Jokowi Harus Terapkan Hukum Islam

Dalam pernyataannya usai pertemuan, Ba’asyir menegaskan bahwa kedatangannya merupakan kewajiban seorang ulama untuk menasihati penguasa. Ia blak-blakan meminta Jokowi agar Indonesia kembali diatur dengan hukum Islam.

“Saya hanya menasihati. Orang Islam itu wajib menasihati, baik rakyat, pemimpin, bahkan orang kafir. Nasihat saya jelas, supaya negara ini kembali pada hukum Islam,” tegas Ba’asyir.

Ba’asyir juga menilai Jokowi sebagai sosok pemimpin kuat. Ia berharap mantan Wali Kota Solo itu bisa menjadi pembela Islam yang sejati.

Jokowi: “Beliau Hanya Menasihati Saya untuk Mengabdi pada Islam”

Jokowi mengakui dirinya mendengarkan dengan seksama. Menurutnya, inti pesan Ba’asyir hanyalah mengabdi pada Islam. “Ya, beliau menasihati saya, intinya agar mengabdi pada Islam, itu saja,” kata Jokowi.

Momen itu semakin dramatis karena Jokowi sendiri yang mengantar Ba’asyir hingga ke pintu rumah sebelum sang ulama pulang.

Analisis Politik: Manuver Berani Jokowi

Direktur Eksekutif Trias Politika, Agung Baskoro, menyebut pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi biasa. Menurutnya, langkah Jokowi bertemu dengan tokoh Islam konservatif seperti Ba’asyir bisa menjadi strategi politik besar.

Agung menilai, pertemuan itu berpotensi:

  1. Meredam isu miring seputar Jokowi, mulai dari gosip ijazah palsu hingga polemik pemakzulan Wapres Gibran Rakabuming.
  2. Menunjukkan bahwa Jokowi masih punya “magnet politik” yang kuat untuk merangkul semua kalangan, termasuk kelompok Islam garis keras.
  3. Menjadi bekal besar untuk dinasti politik Solo, terutama Gibran, dalam menghadapi Pemilu 2029.

“Ini Jokowi effect. Beliau menunjukkan bahwa tokoh nasionalis pun bisa menjalin kedekatan dengan ulama Islam konservatif. Efeknya jelas masih dibutuhkan Gibran dan keluarga Solo untuk 2029,” kata Agung.

Tidak Hanya Jokowi, Prabowo Juga Dinasehati

Ba’asyir mengungkap bahwa ia tak hanya menasihati Jokowi. Ia juga sudah mengirim surat khusus kepada Presiden Prabowo Subianto dengan pesan serupa: menegakkan hukum Islam di Indonesia.

“Presiden pun saya nasihati lewat surat. Menasihati itu kewajiban ulama. Mau diterima atau tidak, itu urusan Allah, bukan saya,” tegas Ba’asyir.

Pertemuan yang Mengguncang Publik

Kehadiran Ba’asyir di kediaman Jokowi jelas menjadi peristiwa politik sekaligus keagamaan yang menggemparkan publik. Dua figur yang selama ini dipandang berseberangan, kini duduk bersama dalam suasana akrab.

Banyak pihak menilai, pertemuan ini bisa menjadi “bom politik” yang mengubah arah peta kekuatan menjelang Pemilu 2029, sekaligus mempertegas citra Jokowi sebagai tokoh nasionalis yang mampu merangkul semua kelompok.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.