Menghubungkan Emas Digital dengan Kepemilikan Fisik
Berangkat dari pendekatan tersebut, LAKUEMAS mengembangkan layanan yang menghubungkan transaksi emas digital dengan kepemilikan emas fisik melalui mekanisme redemption. Integrasi ini memungkinkan layanan digital menjadi bagian dari ekosistem emas yang lebih luas, didukung jaringan ritel dan infrastruktur transaksi.
Hingga saat ini, LAKUEMAS mencatat lebih dari 1 juta pengguna aktif dan lebih dari 1,5 juta unduhan aplikasi. Perusahaan juga didukung lebih dari 150 toko dalam ekosistem Central Mega Kencana (CMK).
Selain layanan langsung kepada konsumen, LAKUEMAS mengembangkan konsep Gold-as-a-Service, yaitu penyediaan infrastruktur yang dapat diintegrasikan ke dalam platform mitra, seperti perbankan, sekuritas, e-commerce, dan platform korporasi.
Melalui pendekatan tersebut, masyarakat dapat mengakses layanan emas melalui platform yang telah digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Sementara itu, kemitraan membuka peluang bagi berbagai pelaku industri untuk memperluas layanan emas dengan memanfaatkan infrastruktur yang tersedia.
LAKUEMAS memandang perluasan akses perlu diimbangi dengan literasi keuangan. Masyarakat perlu memahami tujuan kepemilikan emas, manfaatnya dalam diversifikasi portofolio, serta risiko dan biaya transaksi sebelum mengambil keputusan investasi. Dengan demikian, keputusan investasi tidak semata-mata didorong oleh tren atau fear of missing out (FOMO).
Peran Emas dalam Pengelolaan Kekayaan
Dalam Investor Daily Summit 2026, LAKUEMAS turut memaparkan ilustrasi perkembangan investasi selama 25 tahun. Berdasarkan ilustrasi tersebut, investasi awal sebesar Rp100 juta pada emas pada 2001 diperkirakan mencapai sekitar Rp2,65 miliar pada 2026.
Sebagai perbandingan, nilai investasi dengan nominal awal yang sama diperkirakan mencapai sekitar Rp1,55 miliar pada saham Indonesia dan sekitar Rp600 juta pada deposito dalam periode yang sama.
Angka tersebut merupakan ilustrasi berdasarkan data historis, bukan jaminan kinerja investasi pada masa mendatang. Hasil aktual dapat berbeda bergantung pada periode pengukuran, metode perhitungan, dan biaya transaksi.
Emas dapat menjadi salah satu alternatif untuk menjaga nilai kekayaan dan mendiversifikasi portofolio. Namun, pemilihan instrumen investasi tetap perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan, kebutuhan likuiditas, serta profil risiko masing-masing investor.
Sebagai bagian dari Central Mega Kencana, yang menaungi MONDIAL, Frank & co., dan The Palace Jeweler, LAKUEMAS juga memanfaatkan pengalaman grup di industri emas dan perhiasan untuk mendukung layanan melalui kanal digital maupun fisik.
Perusahaan menyediakan layanan jual dan buyback serta menyatakan bahwa layanannya didukung sertifikasi dari BAPPEBTI. Transparansi transaksi dan pelayanan kepada pelanggan menjadi bagian dari pendekatan yang diusung dalam pengembangan layanan tersebut.
Melalui Investor Daily Summit 2026, LAKUEMAS menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan inovasi dan memperkuat kolaborasi industri. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung ekosistem bullion nasional yang lebih terintegrasi, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap investasi emas.











