Korban Gempa Kembar Venezuela Melonjak Jadi 188 Tewas, Bantuan Dunia Berdatangan

banner 468x60

CARACAS, Radarjakarta.id – Bencana gempa kembar yang mengguncang Venezuela berubah menjadi tragedi kemanusiaan besar. Hingga laporan terbaru, sedikitnya 188 orang dilaporkan tewas, 1.520 orang mengalami luka-luka, sementara sekitar 200 orang masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan. Tim penyelamat terus berpacu dengan waktu untuk menemukan korban yang masih hidup di tengah puing-puing yang menutupi sejumlah kota.

Berdasarkan rangkuman informasi dari Reuters, AFP, Associated Press, BBC, Al Jazeera, wilayah La Guaira menjadi daerah yang mengalami kerusakan paling parah. Pemerintah Venezuela mencatat sedikitnya 250 bangunan hancur atau rusak berat, sementara 2.927 keluarga kehilangan tempat tinggal akibat dua gempa berkekuatan besar yang mengguncang negara tersebut dalam waktu berdekatan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Presiden Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodríguez menyebut negaranya sedang menghadapi “gangguan yang sangat parah” dan menegaskan bahwa seluruh kekuatan nasional difokuskan untuk operasi penyelamatan. Ia juga mengonfirmasi bantuan internasional mulai berdatangan. Tim penyelamat khusus dari Amerika Serikat, Swiss, Meksiko, Spanyol, Qatar, hingga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah tiba untuk membantu proses evakuasi dan pencarian korban.

Pemerintah Swiss bahkan mengirim 80 personel penyelamat lengkap dengan peralatan pencarian modern, anjing pelacak, serta perlengkapan medis darurat. Di sisi lain, Pelaksana Tugas Presiden Delcy Rodríguez mengumumkan paket bantuan senilai US$200 juta atau sekitar Rp3,2 triliun (kurs sekitar Rp16.000 per dolar AS). Dana tersebut akan digunakan untuk operasi penyelamatan, pembangunan hunian sementara, pemulihan infrastruktur, hingga bantuan ekonomi bagi masyarakat terdampak.

Petugas penyelamat masih menghadapi tantangan besar karena banyak bangunan bertingkat runtuh total. Suara alat berat dan tim pencarian terdengar tanpa henti di berbagai lokasi bencana. Otoritas memperkirakan jumlah korban masih dapat bertambah karena masih banyak laporan warga yang hilang dan belum berhasil dievakuasi dari reruntuhan.

Gelombang simpati dari berbagai negara terus mengalir untuk Venezuela. Komunitas internasional menyerukan percepatan distribusi bantuan kemanusiaan dan peralatan penyelamatan guna mencegah bertambahnya korban jiwa. Fokus utama saat ini adalah menemukan korban yang masih hidup sebelum peluang penyelamatan semakin menipis.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.