Komnas HAM Dalami Kesaksian Baru Kasus 15 Warga Tewas di Puncak Papua

Komnas HAM Dalami Kesaksian Baru Kasus 15 Warga Tewas di Puncak Papua
Foto: Rulli
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id  — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terus mendalami penyelidikan kasus tewasnya 15 warga sipil di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Terbaru, muncul kesaksian awal yang menyebut adanya sosok bersenjata mengenakan pakaian loreng dalam peristiwa tersebut.

Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits Ramandey, mengatakan keterangan tersebut masih dalam tahap awal dan akan diverifikasi lebih lanjut oleh tim penyelidik.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Ada saksi yang menyebut seseorang diduga pelaku memegang senjata dan memakai baju loreng,” ujar Frits dalam konferensi pers, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, Komnas HAM saat ini masih melakukan pengumpulan data dan fakta secara intensif guna memastikan kronologi kejadian secara utuh di lapangan.

Senada, Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Saurlin Siagian, menegaskan bahwa pihaknya belum menarik kesimpulan terkait dugaan pelanggaran HAM maupun pihak yang bertanggung jawab.

“Proses penyelidikan masih berjalan. Kami juga harus mengimbangi duka mendalam atas meninggalnya 15 orang, termasuk anak-anak dan perempuan. Ini menjadi perhatian serius kami,” ujarnya.

Kasus ini sebelumnya menjadi sorotan publik setelah Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, menyebut pelaku penyerangan diduga telah diketahui oleh masyarakat setempat, meski belum ada pihak yang secara terbuka mengakui tanggung jawab.

Pigai menekankan pentingnya kejujuran dan pengakuan dari pihak yang terlibat, mengingat peristiwa tersebut menewaskan 15 orang dan melukai tujuh lainnya.

Komnas HAM memastikan akan terus mengawal proses penyelidikan hingga tuntas, sekaligus mendorong terungkapnya fakta secara terang benderang demi keadilan bagi para korban dan keluarga yang terdampak tragedi tersebut.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.