JAKARTA, Radarjakarta.id – Kekayaan wastra Nusantara kembali tampil memukau di panggung BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026. Kali ini, Kaski Atelier mempersembahkan koleksi terbaru bertajuk “Lipaq Saqbe Mandar”, sebuah interpretasi modern atas keindahan Tenun Sutra Mandar dan Tenun Sulawesi khas Polewali, Sulawesi Barat.
Menghadirkan lima look Modern Modest Wear, koleksi ini menjadi penghormatan bagi para perajin tenun yang selama puluhan tahun menjaga tradisi menenun secara turun-temurun. Lipaq Saqbe sendiri merupakan kain tenun sutra khas Mandar yang memiliki nilai budaya dan filosofi mendalam dalam kehidupan masyarakat Sulawesi Barat. (Journal Universitas Al Asyariah Mandar)
Mengusung tema “Warisan yang Terus Berjalan”, Kaski Atelier mengajak publik melihat bahwa wastra tradisional bukan sekadar kain, melainkan identitas budaya yang terus hidup dan berkembang mengikuti zaman.
Founder Kaski Atelier, Latifah, menghadirkan koleksi yang memadukan keindahan tenun tradisional dengan sentuhan desain kontemporer. Setiap helai kain dipilih sebagai pusat perhatian (focal point), kemudian dipadukan dengan material modern seperti tafeta, brukat Chantilly, renda, serta detail obi dan crochet yang memperkaya karakter busana.
Hasilnya adalah siluet yang anggun, ringan, dan tetap nyaman dikenakan, tanpa meninggalkan nilai budaya yang melekat pada setiap motif tenun Mandar.
“Lipaq Saqbe merupakan simbol kesabaran, ketekunan, dan kebanggaan budaya. Melalui koleksi ini kami ingin menghadirkan warisan tersebut dalam bahasa fesyen yang lebih dekat dengan perempuan Indonesia masa kini,” ungkap Latifah.
Lima tampilan dalam koleksi ini menghadirkan ragam eksplorasi desain, mulai dari perpaduan rok dan crop jacket berbahan Tenun Mandar, setelan celana bernuansa jingga, outer panjang berbahan brukat yang dipadukan tenun tradisional, hingga permainan layering yang memperlihatkan kekayaan motif khas Sulawesi Barat.
Palet warna yang dipilih menghadirkan nuansa hangat sekaligus elegan, seperti navy, deep maroon, terracotta, soft fuchsia, jingga, kunyit, hijau, sage, ivory, hingga hitam, dengan sentuhan benang emas yang menjadi ciri khas Tenun Mandar.
Lebih dari sekadar koleksi busana, “Lipaq Saqbe Mandar” membawa pesan tentang pentingnya menjaga keberlangsungan wastra Nusantara di tengah perkembangan industri mode. Kaski Atelier meyakini bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan inovasi desain, sehingga kain tradisional tetap memiliki tempat di panggung fesyen modern.
Sebagai label Modern Modest Wear asal Indonesia, Kaski Atelier dikenal konsisten mengangkat kekayaan wastra Nusantara melalui pendekatan sustainable fashion. Setiap koleksi dirancang tidak hanya menonjolkan estetika, tetapi juga membawa cerita tentang budaya, pemberdayaan perajin lokal, serta kepedulian terhadap keberlanjutan industri kreatif. (Karya Kreatif Indonesia)
Melalui koleksi “Lipaq Saqbe Mandar”, Kaski Atelier kembali menegaskan bahwa warisan budaya Indonesia memiliki nilai yang tak lekang oleh waktu. Di tangan para desainer kreatif, tenun tradisional mampu bertransformasi menjadi karya fesyen yang elegan, relevan, sekaligus membanggakan di panggung mode nasional.
KASKI ATELIER – Warna Etnik, Gaya Otentik.










