Jelang Kunjungan PM India, MUI Dorong Penguatan Toleransi dan Perlindungan Hak Umat Beragama

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim. (Foto: Ist)
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, berharap kunjungan kenegaraan Perdana Menteri (PM) India ke Indonesia tidak hanya memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga menghasilkan komitmen dalam memperkuat toleransi dan perlindungan hak beragama.

Menurut Sudarnoto, kunjungan tersebut merupakan momentum penting untuk mempererat kerja sama strategis antara Indonesia dan India di berbagai bidang, sekaligus memperkuat kontribusi kedua negara dalam menjaga stabilitas kawasan dan perdamaian dunia.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Saya menyampaikan apresiasi atas kunjungan balasan Perdana Menteri India ke Indonesia setelah sebelumnya Presiden RI melakukan lawatan ke India. Pertemuan ini tentu dimaksudkan untuk memperkuat kerja sama strategis bagi kepentingan kedua negara dan kemaslahatan dunia,” kata Sudarnoto dalam keterangan tertulis, Selasa (7/7/2026).

Ia mengatakan, Indonesia dan India sebagai dua negara demokrasi besar memiliki tanggung jawab untuk terus mendorong terciptanya kehidupan yang damai, aman, dan harmonis, termasuk dalam membangun hubungan antarumat beragama.

“Saya sangat berharap pertemuan kedua pemimpin juga memberikan perhatian serius terhadap prinsip-prinsip toleransi hidup beragama sebagai bagian dari upaya memperkuat demokrasi,” ujarnya.

Dalam keterangannya, Sudarnoto turut menyoroti kondisi minoritas Muslim di India. Ia menilai masih terdapat berbagai persoalan terkait diskriminasi dan tindakan intoleransi yang perlu menjadi perhatian pemerintah India.

“Masih ada laporan mengenai diskriminasi, tindakan kekerasan, hingga vandalisme terhadap minoritas Muslim. Persoalan ini perlu menjadi perhatian agar tidak terus berulang,” katanya.

Karena itu, Sudarnoto berharap Presiden RI dan PM India dapat membahas langkah-langkah konkret untuk menjamin perlindungan hak beragama bagi seluruh warga negara tanpa membedakan latar belakang agama.

“Saya berharap ada kesepakatan yang mendorong perlindungan hak-hak beragama, sehingga tidak ada lagi diskriminasi maupun tindakan yang mengarah pada kebencian terhadap umat Islam,” ucapnya.

Selain itu, Sudarnoto menilai kerja sama Indonesia dan India di bidang sosial-keagamaan perlu terus diperkuat melalui dialog antara tokoh-tokoh Islam dan Hindu. Menurutnya, dialog tersebut dapat menjadi sarana mempererat persaudaraan, memperkuat nilai kemanusiaan, dan membangun perdamaian.

Di akhir keterangannya, Sudarnoto mengungkapkan penyesalannya atas pembatalan rencana pertemuan antara delegasi MUI dengan PM India.

“Pertemuan tersebut sedianya membahas toleransi, hak beragama, ekstremisme keagamaan, kerja sama sosial-keagamaan, dan perdamaian. Saya berharap hal ini menjadi perhatian kedua pemerintah agar komunikasi dan kerja sama tetap dapat berjalan dengan baik,” tutupnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.