Ingat! Debat Ketiga Pilpres 2024, Berikut Temanya….

banner 468x60

Radarjakarta.id | JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan kembali menggelar debat Pilpres 2024, Debat ketiga Pilpres 2024 akan diikuti oleh tiga kandidat capres Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo, dan dilaksanakan pada Minggu, 7 Januari 2024, pukul 19.00 WIB di Istora Senayan, Jakarta Pusat. disiarkan di sejumlah stasiun televisi nasional.

Debat kali ini merupakan yang ketiga dari rangkaian lima debat, dan yang kedua bagi para calon wakil presiden mengingat sesi debat sebelumnya diadakan untuk para calon wakil presiden.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam debat ketiga tersebut, sudah dipilih 11 panelis yang telah ditetapkan untuk menyusun pertanyaan bagi tiga calon presiden (capres).

Pertanyaan seputar ‘debat jam berapa’, ‘tema debat capres apa saja’, dan ‘isu apa saja yang krusial dalam debat kedua capres?’ adalah yang paling sering dicari oleh warganet di mesin pencarian internet.

Tema debat ketiga capres dengan peserta Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo adalah pertahanan, keamanan, hubungan internasional, globalisasi, geopolitik, dan politik luar negeri.

Dengan total durasi 150 menit, sesi debat mencakup enam segmen selama 120 menit, sedangkan sisanya adalah iklan.

Tema debat yang akan dilaksanakan pada debat ketiga Pilpres 2024 adalah Pertahanan, Keamanan, Hubungan Internasional, dan Geopolitik.

Berikut daftar nama 11 panelis debat ketiga Pilpres 2024.

  1. Hikmahanto Juwana (Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia dan Rektor Universitas Jenderal Ahmad Yani)
  2. Angel Damayanti (Guru Besar Bidang Keamanan Internasional Fisipol Universitas Kristen Indonesia)
  3. Curie Maharani Savitri (Dosen Hubungan Internasional, ahli kajian industri pertahanan dan alih teknologi Universitas Binus)
  4. Evi Fitriani (Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia)
  5. I Made Andi Arsana (Ahli Aspek Geospasial Hukum Laut Universitas Gadjah Mada)
  6. Ian Montratama (Dosen Program Studi Hubungan Internasional Ahli Keamanan dan Pertahanan Universitas Pertamina)
  7. Irene Hiraswari Gayatri (Peneliti Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional)
  8. Kusnanto Anggoro (Pakar Keamanan Universitas Pertahanan)
  9. Laksamana TNI (Purn) Marsetio (KSAL 2012-2014 dan Ketua Dewan Guru Besar Universitas Pertahanan)
  10. R Widya Setiabudi Sumadinata (Guru Besar Bidang Keamanan Global Universitas Padjajaran)
  11. Philips J Vermonte (Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Internasional Indonesia dan Senior Fellow CSIS)

Pertanyaan seputar ‘debat jam berapa’, ‘tema debat capres apa saja’, dan ‘isu apa saja yang krusial dalam debat kedua capres?’ adalah yang paling sering dicari oleh warganet di mesin pencarian internet.

Tema debat ketiga capres dengan peserta Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo adalah pertahanan, keamanan, hubungan internasional, globalisasi, geopolitik, dan politik luar negeri.

Dalam tema yang luas ini, terdapat sejumlah isu krusial yang selama ini menjadi persoalan, dan akan menjadi PR bagi presiden lima tahun ke depan:

Alpanhankam, atau alat pertahanan dan keamanan, adalah segala alat perlengkapan untuk mendukung pertahanan negara serta keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE), Anton Aliabbas, mengatakan pengadaan alpahankam “sering kali dikaitkan dengan kerahasiaan dan sensitif, telah menjadikan sektor ini rawan korupsi”.

Anton merujuk survei risiko korupsi di sektor pertahanan oleh Transparency International yang menunjukkan ‘sektor ini masuk tingkat risiko korupsi tinggi’.

“Oleh karena itu, pemberantasan korupsi di sektor hankam menjadi krusial dibahas dalam debat mengingat tidak ada satupun dokumen visi misi capres menyinggung isu ini,” kata Anton.

Menurut Anton semua capres dalam visi-misnya mengangkat soal ini, namun belum mampu “mengelaborasi lebih rinci” kebijakan yang akan disiapkan.

“Mengingat karakteristik pengabdian personel TNI/Polri berbeda dengan ASN pada umumnya, semestinya ada tawaran ide spesifik yang bisa diungkap dalam debat capres mendatang. Perbaikan kesejahteraan prajurit TNI/Polri ini sangat krusial dalam mewujudkan profesionalisme,” katanya.

Semua visi-misi capres menyinggung soal ini.

“Sayangnya, ide pembangunan kekuatan pertahanan tidak dikaitkan utuh dengan perkembangan lingkungan strategis di era VUCA (volatility, uncertainty, complexity and ambiguity) serta ancaman perang yang bersifat lintas dimensi dan domain,” kata Anton.

“Secara esensi, visi ini menjadi penting sebagai pengakuan bentuk negara Indonesia. Dalam konteks ini, pemikiran para capres terkait evaluasi dari visi poros maritim dunia menjadi krusial mengingat salah satu elemen penting dalam pembangunan,” lanjut Anton.

Hal ini akan menjadi persoalan dunia. Krisis energi, pertanian, pangan dan dampak lingkungan disebut bisa menjadi “sumber peperangan dan konflik perebutan sumber energi dan makanan.”

“Apa kira-kira kebijakan yang dipersiapkan masing-masing calon untuk menghadapi krisis iklim global?” kata pengamat intelijen, pertahanan dan keamanan, Ngasiman Djoyonegoro.

Di tengah eskalasi konflik bersenjata seperti Ukraina-Rusia dan Israel-Palestina, Indonesia perlu mengambil peran “membangun perdamaian global”.

Hal ini penting bagi para kandidat untuk merespons. “Apa kira-kira strategi yang dibangun para calon,” kata Ngasiman.

Ia menambahkan isu keamanan lain yang cukup krusial adalah terorisme dan upaya disintegrasi bangsa melalui penyusupan ideologi-ideologi kelompok radikal.

Polemik Rohingya punya spektrum luas tentang kemanusiaan dan posisi Indonesia, khususnya di Asia Tenggara.

Dalam debat capres mendatang, isu ini justru dikhawatirkan akan diseret ke dalam isu keamanan dan pertahanan nasional dalam debat capres ini.

“Saya kahwatir isu rohingya ini ditarik ke isu keamanan, semestinya dia itu humanitarian (isu kemanusiaan), kemudian seolah dibenturkan pilihannya adalah aman atau human,” kata dosen hubungan internasional di Universitas Presiden, Nino Viartasiwi.

Dalam perkembangan terkini, termasuk dalam percakapan di media sosial, aksi penolakan terhadap Rohingya diseret ke persoalan keamanan dan ketahanan negara. Padahal, kata Nino, tidak ada kaitannya.

“Bahaya kalau pemimpin itu sangat populis dan dia hanya mengikuti apa yang menjadi emosi massa,” katanya, merujuk isu ini akan diseret ke arah keamanan dalam debat capres.

Berikut jadwal lengkap debat pilpres 2024 sekaligus daftar stasiun televisi yang menayangkan debat Pilpres 2024.

Debat Pertama: TVRI dan RRI
Debat Kedua: TransTV, Trans7, CNN Indonesia, Kompas TV, dan BTV
Debat Ketiga: MNC TV, iNews, RCTI, dan GTV
Debat Keempat: SCTV, Indosiar, dan MetroTV
Debat Kelima: TVOne, ANTV, Net TV, dan Garuda TV | Eka*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.