Hikmahbudhi Gelar Doa untuk Negeri, Dukung POLRI Tindak Pelaku Anarkisme

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id  – Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudhi) mengajak seluruh masyarakat untuk tetap bijaksana dan bersikap kepala dingin menyikapi gelombang unjuk rasa beberapa hari terakhir.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Hikmahbudhi, Candra Aditya Nugraha, menegaskan bahwa demonstrasi merupakan hak konstitusional warga negara, namun harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. “Demonstrasi adalah manifestasi kedaulatan rakyat dan hak asasi untuk menyampaikan pendapat, yang dijamin oleh Pasal 28E UUD 1945 dan UU Nomor 9 Tahun 1998. Namun, jika tidak dikelola dengan bijak, ia berpotensi menimbulkan gesekan sosial bahkan konflik,” kata Candra, Senin (1/9).

Hikmahbudhi memandang fenomena ini tidak sekadar politik praktis, tetapi juga membutuhkan refleksi filosofis, sosiologis, dan prinsip-prinsip negara hukum. Demonstrasi yang disertai kekerasan, vandalisme, atau pelecehan martabat manusia adalah pengingkaran terhadap prinsip ahimsa atau tanpa kekerasan, yang selama ini menjadi inspirasi tokoh dunia.

Menindaklanjuti kondisi nasional, Hikmahbudhi menyelenggarakan Doa Bersama untuk Negeri sebagai bentuk nyata penyikapan spiritual dan humanis terhadap dinamika publik. “Ini bukan escapism, melainkan langkah strategis menanamkan spiritualitas di ruang publik yang sering hanya dipenuhi narasi keras dan polarisasi,” jelas Candra.

Hikmahbudhi juga mengingatkan para pemangku kebijakan bahwa aspirasi ribuan anak muda yang disampaikan dengan damai adalah suara penting yang harus didengar. “Dengarkan aspirasi damai, jawab dengan kebijakan adil dan memanusiakan. Perubahan menuju Indonesia yang lebih sejahtera membutuhkan kecerdasan dan kedalaman hati,” imbuhnya.

Selain itu, organisasi mahasiswa ini menyampaikan duka cita kepada pejuang keadilan seperti Affan Kurniawan dan menekankan pengawalan transparansi terkait pencabutan tunjangan DPR RI. Mereka juga mendorong Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) untuk mengevaluasi anggota DPR yang bermasalah.

Hikmahbudhi menegaskan dukungan kepada POLRI untuk menindak tegas pelaku kerusuhan dan anarkisme, sekaligus siap bekerja sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.

“Dukungan kami kepada penyampaian aspirasi secara damai sekaligus menjauhkan segala tindakan anarkisme. Bersama POLRI, kita menjaga keamanan negeri ini,” tutup Candra.|Ucha*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.