Gibran Temui Ojol di Istana Wapres, Video Pertemuan Picu Kecurigaan Publik

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menggelar pertemuan dengan perwakilan pengemudi ojek online (ojol) di Istana Wapres, Jakarta, Minggu (31/8/2025). Pertemuan itu berlangsung usai gelombang demonstrasi besar yang menuntut keadilan atas tewasnya seorang pengemudi ojol, Affan Kurniawan, dalam aksi unjuk rasa di Jakarta Pusat pada 28 Agustus lalu.

Hadir dalam pertemuan itu perwakilan dari empat aplikasi transportasi daring: Gojek, Grab, Maxim, dan inDrive. Para driver duduk melingkar bersama Gibran di depan meja bundar, mengenakan jaket seragam masing-masing, sementara Wapres terlihat mengenakan batik lengan panjang. Suasana digambarkan santai namun serius.

Dalam cuplikan video yang diunggah akun resmi Sekretariat Wakil Presiden di Instagram, salah satu perwakilan ojol menyampaikan keresahan soal menurunnya pendapatan akibat aksi demonstrasi dan situasi keamanan yang tidak kondusif. Ia meminta pemerintah segera bertindak cepat.
“Alhamdulillah tadi pertemuannya lebih banyak kita yang memberi masukan ke Pak Wapres. Kami sefrekuensi soal masalah yang terjadi,” ujarnya.

Namun, rekaman itu justru memicu gelombang kecurigaan di media sosial. Banyak warganet menilai sosok yang diwawancarai tidak tampak seperti pengemudi ojol aktif. Jaket yang dikenakan terlihat baru, penampilannya rapi, bahkan “terlalu bersih” untuk pekerja lapangan.

“Tukang ojek beneran? Kok glowing, jaketnya kaya baru keluar toko,” sindir seorang netizen.
“Ada istilah ‘taruna’ dipakai. Bukannya itu bahasa abdi negara?” komentar lainnya dengan nada heran.

Chief of Public Affairs Grab Indonesia, Tirza R Munusamy, menjelaskan bahwa dialog itu merupakan inisiatif Kantor Wapres untuk menyaring aspirasi langsung dari para mitra ojol. Grab, kata dia, berusaha menghadirkan pengemudi yang aktif dan berani menyampaikan pandangan.
“Tidak ada kualifikasi khusus dari kantor wapres. Dari kami, kami pilih mitra yang aktif dan bisa mewakili suara Grab,” katanya.

Tirza menambahkan, aspirasi yang disampaikan bukan berasal dari perusahaan, melainkan langsung dari para pengemudi. Beberapa poin utama mencakup soal keadilan, solidaritas untuk rekan ojol yang menjadi korban, hingga harapan agar situasi tetap damai pasca demonstrasi.

Meski demikian, publik tetap mempertanyakan keaslian representasi para driver dalam forum itu. Warganet menilai narasi yang dibangun pemerintah melalui video terasa “terlalu rapi” dan lebih menyerupai propaganda ketimbang dialog otentik.

Kasus ini berangkat dari tragedi yang menewaskan Affan Kurniawan, driver ojol yang dilindas kendaraan taktis Brimob saat aksi. Polisi telah menahan tujuh personelnya dalam penempatan khusus. Presiden Prabowo Subianto hingga Ketua DPR Puan Maharani bahkan sudah melayat ke rumah duka.

Di tengah situasi yang penuh ketegangan, langkah Gibran membuka pintu dialog seharusnya menjadi momentum rekonsiliasi. Namun, alih-alih menenangkan publik, video pertemuan itu justru memantik gelombang kritik baru di ruang digital.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.