JAKARTA, Radarjakarta.id – GAKESLAB Jakarta menggelar Sosialisasi Penerapan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 pada Sistem Online Single Submission (OSS) dan Sistem Administrasi Hukum Umum (AHU) di Hotel Pomelotel, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Kegiatan ini menjadi upaya organisasi membantu perusahaan anggota memahami sekaligus mengimplementasikan ketentuan baru terkait perizinan usaha.
Sosialisasi yang merupakan Batch 1 tersebut diikuti lebih dari 80 perusahaan anggota aktif GAKESLAB Jakarta dari wilayah Jakarta Selatan. Program ini akan berlanjut dalam tiga batch berikutnya untuk menjangkau seluruh anggota di wilayah DKI Jakarta.
Sekretaris GAKESLAB Jakarta, Yudi Hartono mengatakan, perubahan regulasi merupakan tantangan yang harus direspons secara cepat oleh pelaku usaha alat kesehatan.
Menurutnya, penerapan KBLI 2025 menjadi salah satu isu yang paling banyak ditanyakan anggota karena masih banyak perusahaan yang mengalami kendala dalam penyesuaian data pada sistem OSS maupun AHU.
“GAKESLAB Jakarta memiliki tanggung jawab memastikan seluruh anggota memperoleh informasi yang akurat dan resmi. Kami ingin menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan pelaku usaha agar setiap perubahan regulasi dapat dipahami dan diterapkan dengan baik,” kata Yudi saat membuka kegiatan.
Ketua Umum GAKESLAB Indonesia, Rd Kartono Dwidjosewojo, yang memberikan sambutan secara daring melalui Zoom, menegaskan pentingnya pendampingan kepada anggota di tengah perubahan regulasi yang terus berkembang.
Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, GAKESLAB Jakarta menghadirkan Pranata Komputer Ahli Pertama Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Indra Kurniansyah, S.Kom., sebagai narasumber.
Selain memaparkan materi mengenai implementasi KBLI 2025, Indra juga memandu simulasi penggunaan Sistem OSS sehingga peserta dapat langsung mempraktikkan proses penyesuaian data.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif. Berbagai persoalan mengemuka, mulai dari sinkronisasi data OSS dan AHU, konversi KBLI, perubahan data perusahaan, hingga pengaruh penerapan KBLI 2025 terhadap perizinan usaha di sektor alat kesehatan.
Salah satu peserta, Karent Yonathan Tandayu dari PT Roche Indonesia mengaku sosialisasi tersebut memberikan solusi atas kendala yang selama ini dihadapi perusahaannya.
“Selama ini kami mengalami kesulitan dalam proses konversi KBLI 2025. Berkat pendampingan dan simulasi langsung dari narasumber BKPM, kami akhirnya berhasil menyelesaikan proses tersebut. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi pelaku usaha alat kesehatan,” ujarnya.
Ketua GAKESLAB Jakarta, Andri Noviar menjelaskan, sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk memberikan manfaat nyata bagi anggota, tidak hanya sebagai wadah profesi tetapi juga sebagai mitra strategis dalam menghadapi perubahan kebijakan.
“Kami berharap anggota semakin siap menghadapi dinamika regulasi dan dapat menjalankan usahanya sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
Selain sosialisasi, GAKESLAB Jakarta juga menyampaikan rencana pembentukan Koordinator Wilayah (Korwil) sebagai langkah memperkuat komunikasi organisasi, mempercepat penyebaran informasi, serta menghimpun aspirasi anggota di setiap wilayah.
Melihat tingginya antusiasme peserta, GAKESLAB Jakarta memastikan akan menggelar tiga batch lanjutan bagi anggota di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, serta gabungan Jakarta Utara dan Jakarta Timur.
Melalui program ini, organisasi berharap seluruh anggota memperoleh kesempatan yang sama untuk memahami implementasi KBLI 2025 sekaligus mendapatkan pendampingan teknis dari BKPM dalam proses penyesuaian data OSS dan AHU.











