Ia menambahkan apabila terjadi bencana alam di wilayah kita. Kita sudah siap dan tanggap. Namun hal itu kita tidak harapkan terjadi bencana alam di kota Depok.
“Mulai dari sekarang kita harus membersihkan sampah sampah yg ada di sungai sungai, sehingga kita mengurangi bahaya banjir, karena ini musim hujan sampah dapat menyebabkan banjir dan membuat aliran yang tidak lancar,” tambahnya.
Dia menuturkan, banjir disebabkan karena perilaku manusia yang tidak menjaga bumi dengan membuang sampah sembarangan dan minim lahan terbuka hijau sebagai wadah penyerapan air tanah.
“Saya imbau warga untuk gotong royong membersihkan lingkungan jangan membuang sampah ke badan air agar terbebas banjir, perbanyak lahan terbuka hijau, dan lainnya,” tutur Imam.
Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0508/Depok, Kolonel Inf Totok Prio Kismanto menambahkan, bahwa kegiatan apel kesiapsiagaan ini bertujuan untuk mengecek kesiapan personel gabungan beserta kelengkapannya dalam mengantisipasi terjadinya bencana alam banjir yang sering terjadi di wilayah Kota Depok.

“Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga kemungkinan hal yang akan terjadi dari derasnya curah hujan dengan perubahan cuaca yang terkadang berubah diluar prediksi BMKG,” lanjutnya.
Totok juga mengatakan pihaknya memiliki kendaraan sepeda motor, ambulans, tenda, alat masak dapur, dan perahu karet untuk kesiapsiagaan bencana.
“Kesiapan pencegahan dan penanggulangan bencana yang kita siapkan ini sangat penting dan urgent untuk dilaksanakan oleh semua pihak, kolaborasi Tiga Pilar intinya harus bersatu,” ujarnya.
“Terkait posko utama akan ditentukan oleh Pak Wali Kota Depok lokasinya dimana, apakah di Kodim, Polres atau Balai Kota Depok,” katanya.
“Tetapi, Posko bantuan di lapangan akan didirikan di dekat bencana seperti tenda pengungsian dan dapur umum,” pungkas Kolonel Inf Totok. | Eka*










