JAKARTA, Radarjakarta.id — Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kelurahan Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, diminta memperkuat peran deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Anggota FKDM juga didorong aktif turun ke lapangan agar informasi yang disampaikan kepada pemerintah benar-benar berdasarkan kondisi faktual di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan pembinaan FKDM Kelurahan Slipi yang berlangsung di Sekretariat FKDM, Kantor Kelurahan Slipi, Palmerah, Jumat (14/8). Kegiatan dihadiri Tenaga Ahli Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Gubernur DKI Jakarta Guruh Tirta Lunggana, Wakil Camat Palmerah M. Ilham, Lurah Slipi Suharti, Ketua FKDM Kota Jakarta Barat Bobi, Ketua FKDM Kecamatan Palmerah Dewi, serta sejumlah unsur terkait.
Wakil Camat Palmerah M. Ilham mengatakan FKDM memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam memantau perkembangan situasi kewilayahan. Karena itu, ia meminta anggota FKDM memperkuat koordinasi dengan jajaran kelurahan dan kecamatan, terutama dalam menyampaikan informasi dan mengawal persoalan yang berkembang di masyarakat.
“Kami meminta anggota FKDM untuk bermitra dan bersinergi dengan jajaran kelurahan dan kecamatan dalam mendukung program pembangunan serta mengawal berbagai persoalan kewilayahan,” ujar Ilham.
Sementara itu, Guruh Tirta Lunggana menekankan pentingnya keterlibatan langsung anggota FKDM di lapangan. Ia menyebut telah mengunjungi sejumlah wilayah dalam enam pekan terakhir, di antaranya Kebon Jeruk, Tambora, Kembangan, dan Palmerah. Menurutnya, pemantauan langsung diperlukan agar persoalan masyarakat dapat diketahui sejak awal dan ditangani secara tepat.
“Kami meminta semua untuk memitigasi masalah di lingkungan. Kalau tidak turun ke lapangan, kita tidak akan tahu permasalahan yang terjadi di wilayah,” kata Guruh.
Guruh juga mengingatkan agar informasi mengenai potensi gangguan keamanan disikapi secara proporsional. Menurut dia, kewaspadaan penting, tetapi penyampaian informasi harus tetap berdasarkan fakta agar tidak memicu keresahan di masyarakat. “Namanya kejahatan pasti ada, tetapi jangan dibesar-besarkan,” ujarnya.
Selain isu kamtibmas, FKDM didorong ikut memperhatikan persoalan sosial dan lingkungan. Guruh menilai potensi perusahaan di wilayah Slipi dapat dimanfaatkan untuk membuka kesempatan kerja bagi pemuda setempat. “Di Slipi banyak perusahaan yang bisa menyerap pemuda sekitar untuk disalurkan menjadi pekerja,” tuturnya.
Ia juga mengajak masyarakat memperkuat kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah tangga. Menurutnya, pengelolaan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan perubahan perilaku dan partisipasi masyarakat. “Kalau bukan dari kita yang membantu meningkatkan kesadaran untuk memilah sampah, siapa lagi,” pungkasnya. |ZDN*











