SORONG, Radarjakarta.id – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Brawijaya (UB) bersama masyarakat Distrik Klamono, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, bergotong royong menyediakan sarana pengairan untuk mengatasi keterbatasan air akibat kemarau berkepanjangan.
Melalui penyediaan pompa air dan pemasangan selang sepanjang 300 hingga 400 meter dari Sungai Klasafet, sebanyak 22 kolam budidaya ikan yang sebelumnya terkendala pasokan air kini dapat kembali beroperasi.
Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan), Alda Frida, menyambut baik bantuan tersebut karena mampu mengatasi salah satu kendala utama yang selama ini dihadapi para pembudidaya ikan di Klamono.
“Ketersediaan air adalah kendala besar dalam pengembangan budidaya ikan di Klamono. Dengan adanya pompa ini, kami berharap masyarakat lebih mudah mendapatkan dan mengalirkan air dari sumber air terdekat ke kolam budidaya,” ujar Alda, Minggu (27/9/2026).
Sementara itu, anggota Tim Ekspedisi Patriot UB, Gilang Nur, menjelaskan bahwa penyediaan pompa air merupakan tindak lanjut dari hasil diskusi bersama sejumlah kelompok pembudidaya ikan setempat.
“Kami menghadirkan pompa air yang dilengkapi selang sekitar 300 sampai 400 meter supaya masyarakat di Klamono bisa terbebas dari keterbatasan air,” ungkap Gilang.
Program tersebut sejalan dengan arahan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang menekankan pentingnya menghadirkan solusi konkret atas berbagai persoalan yang ditemukan Tim Ekspedisi Patriot di lapangan.
“Jangan sampai teman-teman Ekspedisi Patriot sudah turun ke lapangan, sudah mendengarkan masyarakat, kemudian berhenti di masalah. Kita harus menghadirkan solusi yang terbaik, relevan, feasible, dan masuk akal,” tegas AHY.
Senada dengan itu, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mendorong seluruh peserta Ekspedisi Patriot untuk memberikan kontribusi nyata dan menghasilkan manfaat langsung bagi masyarakat di kawasan transmigrasi.
Kolaborasi Tim Ekspedisi Patriot UB dan masyarakat Klamono ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan budidaya ikan, meningkatkan produktivitas kelompok pembudidaya, serta mendorong kesejahteraan masyarakat setempat.










