Dua Peserta SPPI Tewas Saat Latsarmil, Kemhan Langsung Evaluasi

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Program Latihan Dasar Militer (Latsarmil) bagi calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menjadi sorotan nasional setelah dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti pelatihan. Peristiwa ini memicu gelombang pertanyaan publik mengenai standar keselamatan, pengawasan kesehatan, hingga urgensi pelatihan semi-militer bagi calon manajer koperasi desa.

Berdasarkan laporan sejumlah media nasional seperti Detikcom, CNN Indonesia, Suara.com, dan Okezone, dua peserta yang meninggal adalah Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq. Kementerian Pertahanan menyebut Anisa meninggal akibat heat stroke, sementara Yonanda dinyatakan wafat karena cardiac arrest atau henti jantung saat mengikuti Latsarmil di lokasi pendidikan yang berbeda.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kabar duka ini semakin menyita perhatian setelah muncul laporan bahwa salah satu peserta lainnya juga meninggal dunia, sehingga jumlah korban dalam program pelatihan tersebut disebut bertambah menjadi tiga orang. Kondisi tersebut membuat publik mempertanyakan efektivitas sistem seleksi kesehatan, pengawasan medis, serta kesiapan penyelenggara dalam mengantisipasi risiko selama pelatihan berlangsung.

Menanggapi insiden tersebut, Kementerian Pertahanan menyatakan telah melakukan pendampingan kepada keluarga korban dan memastikan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program SPPI. Evaluasi mencakup mekanisme pemeriksaan kesehatan peserta, pengawasan medis selama pelatihan, penanganan peserta dengan kondisi kesehatan khusus, hingga sistem pelaporan dan komunikasi di lapangan.

Sorotan juga datang dari anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, yang meminta pemerintah menjadikan kejadian ini sebagai momentum untuk melakukan evaluasi total terhadap penyelenggaraan Latsarmil. Menurutnya, keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama agar program strategis nasional tidak meninggalkan polemik maupun korban jiwa di kemudian hari.

Meski diterpa tragedi, pemerintah memastikan program Koperasi Merah Putih tetap berjalan sesuai rencana. Namun, meninggalnya peserta dalam pelatihan yang disiapkan untuk mencetak pengelola koperasi dan kampung nelayan ini telah memunculkan perdebatan luas di masyarakat: apakah pola pelatihan militer menjadi kebutuhan mutlak bagi calon penggerak ekonomi desa, atau justru perlu dirumuskan kembali dengan pendekatan yang lebih adaptif dan aman.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.