KABUPATEN SEAMARANG, Radarjakarta.id – Desa Lerep, Kabupaten Semarang, yang sebelumnya merupakan salah satu desa binaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali) melalui Unit Pelaksanan Pengatur Beban Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta (UP2B Jateng dan DIY), berhasil meraih penghargaan Kampung Keluarga Berkualitas Terbaik Tingkat Nasional Tahun 2026 kategori kabupaten.
Penghargaan ini menjadi bagian dari perjalanan panjang pemberdayaan masyarakat dan kolaborasi lintas sektor yang terus berkembang di Desa Lerep, termasuk dukungan PLN yang berlangsung hingga program berakhir pada 2025.
Capaian tersebut ditandai dengan kegiatan pembinaan, kunjungan lapangan, dan penyerahan piagam penghargaan yang berlangsung di Desa Lerep. Kegiatan dihadiri Direktur Analisa Dampak Kependudukan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Ir. Pintauli Romangasi Siregar, M.M.), Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Tengah (Ir. Rusman Effendi, M.M.), serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Kabupaten Semarang (Dewanto Leksono Widagdo, S.STP., M.M.).
Direktur Analisa Dampak Kependudukan Kemendukbangga/BKKBN, Ir. Pintauli Romangasi Siregar, M.M., mengapresiasi berbagai program yang telah berjalan di Desa Lerep. Menurutnya, program-program tersebut telah mencerminkan implementasi konsep Kampung Keluarga Berkualitas sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Keberhasilan Desa Lerep tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media. Kolaborasi tersebut mendorong pengembangan berbagai program yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dan kualitas keluarga.
Dalam perjalanan pengembangan Desa Lerep, PLN sebelumnya turut hadir melalui program TJSL. Dukungan tersebut diberikan melalui berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi desa yang diarahkan untuk mendorong kemandirian masyarakat.
General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan, turut menyampaikan selamat atas penghargaan yang telah diraih Desa Lerep.
“Selamat kepada Desa Lerep atas penghargaan yang diraih. PLN bersyukur pernah menjadi bagian dari perjalanan Desa Lerep. Meski program kami telah selesai, kami berharap berbagai fondasi yang telah dibangun bersama dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Munawwar.
Kepala Desa Lerep, Sumaryadi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perkembangan Desa Lerep, termasuk PLN UP2B Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta. Menurutnya, dukungan yang diberikan PLN turut berkontribusi dalam membangun fondasi pemberdayaan masyarakat, baik melalui pengembangan infrastruktur maupun berbagai kegiatan yang mendorong masyarakat untuk lebih mandiri.
Penghargaan tingkat nasional yang diraih Desa Lerep menjadi salah satu capaian dari proses tersebut. Lebih dari sekadar penghargaan, capaian ini menunjukkan bahwa berbagai upaya pemberdayaan yang dilakukan secara kolaboratif dapat terus berkembang dan memberikan manfaat setelah program pendampingan berakhir.











