Dari sektor teknologi, Stefani Herlie dari Canva Indonesia menekankan pentingnya aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.
“Akses pendidikan terus membaik, namun tantangan berikutnya adalah memastikan teknologi yang digunakan benar-benar inklusif bagi semua,” ujarnya.
Sementara itu, Marthella Sirait dari KONEKIN menilai tantangan pendidikan kini bergeser pada pengembangan keterampilan.
“Tantangan saat ini adalah memastikan akses terhadap skill dan tools yang inklusif, karena hal ini berpengaruh pada kesiapan masuk dunia kerja,” katanya.
Riana Linda dari LAB Foundation by Lingkaran menegaskan bahwa momentum Belajaraya harus dimanfaatkan untuk membangun kerja sama jangka panjang.
“Kolaborasi antar stakeholder menjadi kunci, dan momentum ini adalah awal dari kerja sama berkelanjutan,” ujarnya.
Belajaraya Jakarta 2026 akan menghadirkan beragam kegiatan, seperti diskusi publik, kelas belajar, pameran karya, booth komunitas, hingga pertunjukan musik. Sejumlah tokoh lintas sektor dijadwalkan hadir untuk berbagi perspektif terkait isu pendidikan.
Melalui kolaborasi yang lebih luas, Belajaraya diharapkan mampu mendorong lahirnya solusi bersama dan memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif serta berkelanjutan di Indonesia.











