Anak Muammar Khadafi Tewas Diberondong Geng Bersenjata

banner 468x60

LIBYA, Radarjakarta.id — Babak akhir hidup Saif Al Islam Khadafi, putra paling berpengaruh dari mantan penguasa Libya Muammar Khadafi, berakhir tragis. Tokoh kontroversial yang selama bertahun-tahun hidup dalam bayang-bayang konflik itu tewas ditembak kelompok bersenjata dalam serangan brutal di Kota Zintan, Libya barat daya, Selasa (3/2/2026).

Kematian Saif dikonfirmasi langsung oleh tim hukumnya. Pengacara Saif, Khaled Al Zaidi, bersama penasihat politiknya Abdulla Othman, menyampaikan kabar duka tersebut melalui unggahan terpisah di Facebook. Meski tak membeberkan detail rinci, keduanya memastikan Saif tewas akibat serangan bersenjata terencana.

Media lokal Fawasel Media melaporkan, Saif dibunuh setelah empat pria bertopeng menyerbu kediamannya. Para penyerang disebut lebih dulu melumpuhkan sistem kamera pengawas, lalu mengeksekusi Saif di dalam rumah.

“Empat pria bertopeng menyerbu rumah dan membunuhnya dalam pembunuhan pengecut dan keji,” demikian pernyataan resmi tim politik keluarga Khadafi, dikutip Al Jazeera.

Pernyataan itu juga mengungkap bahwa Saif sempat melakukan perlawanan sebelum akhirnya tewas.

Namun, versi berbeda muncul dari pihak keluarga. Mengutip BBC, saudari Saif mengklaim bahwa pembunuhan terjadi di wilayah dekat perbatasan Libya–Aljazair, bukan di pusat Kota Zintan.

Perbedaan informasi ini kian memperkeruh situasi. Mantan Ketua Dewan Tinggi Negara Libya yang berbasis di Tripoli, Khaled Al Mishri, mendesak penyelidikan mendesak, independen, dan transparan atas pembunuhan yang berpotensi memicu eskalasi politik baru tersebut.

Dari Pewaris Reformis ke Buronan Dunia

Lahir di Tripoli pada Juni 1972, Saif Al Islam lama dikenal sebagai anak emas Khadafi. Berpendidikan tinggi, lulusan London School of Economics, fasih berbahasa Inggris, dan kerap tampil sebagai wajah moderat rezim Libya di mata Barat.

Ia memainkan peran kunci dalam mencairkan hubungan Libya dengan dunia internasional, termasuk dalam negosiasi penghentian program senjata pemusnah massal dan penyelesaian kompensasi tragedi bom Pan Am Flight 103 di Lockerbie.

Di awal karier politiknya, Saif bahkan dikenal vokal menyerukan reformasi konstitusi dan penghormatan HAM.

Namun, citra itu runtuh ketika Arab Spring 2011 meletus. Saif memilih berdiri di sisi ayahnya dan terlibat langsung dalam represi terhadap oposisi.

“Kami berjuang di sini di Libya, kami mati di sini di Libya,” ujar Saif kala itu dalam wawancara dengan Reuters, sembari memperingatkan bahwa konflik akan menghancurkan Libya selama puluhan tahun.

Vonis Mati, Amnesti, dan Hidup dalam Persembunyian

Pada Februari 2011, Saif masuk daftar sanksi PBB, dicekal bepergian, dan menjadi buronan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Upayanya kabur ke Niger gagal. Ia ditangkap milisi Brigade Abu Bakr Sadik di gurun dan ditahan di Zintan.
Pengadilan Tripoli pada 2015 menjatuhkan hukuman mati secara in absentia. Namun, pada 2017, Saif dibebaskan lewat amnesti umum, lalu memilih hidup tertutup di Zintan.

Namanya kembali menggemparkan Libya pada November 2021 ketika ia mendeklarasikan diri sebagai calon presiden. Langkah itu memicu penolakan luas dan memperparah kebuntuan politik nasional. Sengketa hukumnya bahkan disebut turut menggagalkan proses pemilu Libya.

Sejak itu, Saif menghilang dari panggung publik hingga akhirnya tewas ditembak secara brutal.

Penyelidikan Dibuka, Motif Masih Gelap

Pengacara Saif dari Prancis, Marcel Ceccaldi, mengungkap pembunuhan terjadi siang bolong sekitar pukul 14.00 waktu setempat.

“Dia dibunuh di rumahnya oleh empat orang komando,” ujar Ceccaldi kepada AFP.

Kejaksaan Agung Libya kini menyatakan telah membuka penyelidikan resmi. Namun hingga saat ini, identitas pelaku dan motif pembunuhan masih menjadi misteri.

Kematian Saif Al Islam Khadafi menandai berakhirnya satu bab penting dalam sejarah kelam Libya, sekaligus membuka potensi babak baru ketegangan politik di negara yang tak pernah benar-benar keluar dari bayang-bayang konflik pasca-Khadafi.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.