ALLPrint Indonesia ke-27 Dibuka, 400 Peserta Pamerkan Teknologi Printing Terkini

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Industri percetakan terus berkembang di tengah derasnya digitalisasi. Hal itu terlihat dari antusiasme pelaku industri dalam gelaran ALLPrint Indonesia 2026 yang resmi dibuka di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Rabu (7/10).

Memasuki penyelenggaraan ke-27, pameran internasional percetakan dan teknologi grafika ini kembali menjadi salah satu ajang penting yang mempertemukan pelaku industri, produsen, distributor, pemasok, hingga penyedia teknologi dari berbagai negara.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) Achmad Mughira Nurhani mengatakan, keberlangsungan ALLPrint Indonesia menunjukkan bahwa industri percetakan masih memiliki peran penting di tengah perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, pameran tersebut juga mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun dan memperkuat industri percetakan nasional.

“Industri percetakan tidak hanya berkaitan dengan teknologi dan proses produksi. Industri ini juga menjadi bagian penting dari penguatan industri nasional sekaligus menjadi medium bagi sektor ekonomi kreatif untuk menghasilkan nilai tambah,” ujar Achmad.

Ia menjelaskan, industri percetakan memiliki keterkaitan erat dengan berbagai subsektor ekonomi kreatif, mulai dari desain, penerbitan, fotografi, kemasan, hingga berbagai produk berbasis kekayaan intelektual.

Perkembangan teknologi printing, lanjutnya, juga membuka peluang yang semakin luas bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk meningkatkan kualitas produk, kemasan, branding, dan daya saing.

“Perkembangan teknologi dan inovasi di bidang printing membuka peluang yang semakin luas bagi UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, kemasan, branding, dan daya saing mereka,” katanya.

Hadirkan Teknologi Printing Terkini

Sementara itu, CEO Krista Exhibitions Daud Salim mengatakan, ALLPrint Indonesia 2026 merupakan puncak dari rangkaian pameran industri printing yang telah digelar di sejumlah kota sepanjang 2026.

Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini menghadirkan beragam teknologi dan solusi terbaru yang dibutuhkan industri percetakan dan grafika.

“Berbagai teknologi yang ditampilkan sangat beragam, mulai dari teknologi cetak offset, cetak digital, hingga berbagai solusi teknologi digital terbaru yang menggunakan beragam jenis media,” ungkap Daud.

ALLPrint Indonesia 2026 berlangsung selama empat hari, 7–10 Oktober 2026. Pameran menghadirkan berbagai inovasi, mulai dari mesin percetakan modern, peralatan presisi, bahan baku, hingga solusi digital terintegrasi.

Teknologi yang ditampilkan juga mencakup digital printing, printing untuk kemasan, tekstil, direct-to-garment, produk promosi, hingga teknologi 3D printing yang semakin berkembang dan diminati pelaku industri kreatif.

Dorong Ekosistem Ekonomi Kreatif

Perwakilan Deputi Bidang Kreativitas Media, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Cecep Sukendi, mengapresiasi konsistensi Krista Exhibitions dalam menyelenggarakan ALLPrint Indonesia.

Menurutnya, pameran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, khususnya subsektor penerbitan, percetakan, fotografi, periklanan, dan desain.

“Kami berharap ALLPrint Indonesia tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga ruang bertemunya teknologi, kreativitas, pelaku usaha, dan peluang kolaborasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan ekonomi kreatif perlu diarahkan pada peningkatan nilai tambah melalui kreativitas, ilmu pengetahuan, teknologi, serta pengembangan kekayaan intelektual.

Dengan mempertemukan teknologi, produsen, distributor, asosiasi, dan pengguna dalam satu ekosistem, ALLPrint Indonesia 2026 diharapkan menjadi ruang bagi pelaku industri untuk mengikuti perkembangan teknologi, menemukan solusi produksi, sekaligus memperluas koneksi bisnis.

Diikuti 400 Peserta dari Berbagai Negara

ALLPrint Indonesia 2026 diikuti sekitar 400 peserta pameran, termasuk 20 UMKM. Para peserta berasal dari lebih dari 10 negara, di antaranya Indonesia, China, Hong Kong, Malaysia, Taiwan, Jerman, Jepang, India, Singapura, dan Korea Selatan.

Kehadiran peserta internasional tersebut menunjukkan besarnya peluang pasar Indonesia bagi perkembangan industri percetakan dan teknologi grafika.

Penyelenggaraan ALLPrint Indonesia 2026 sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem industri percetakan di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan pasar.

Digitalisasi, personalisasi produk, tuntutan efisiensi, serta kebutuhan proses produksi yang semakin fleksibel mendorong pelaku industri untuk terus memperbarui teknologi dan meningkatkan kapasitas produksi.

Melalui ALLPrint Indonesia, perkembangan teknologi tersebut tidak hanya dipamerkan, tetapi juga dipertemukan langsung dengan kebutuhan pelaku industri dan pasar.

Dengan demikian, ALLPrint Indonesia diharapkan dapat terus menjadi hub strategis industri printing dan grafika di Indonesia, sekaligus membuka lebih banyak peluang investasi, kolaborasi, inovasi, dan pengembangan bisnis.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.