JAKARTA, RadarJakarta.id — Naluri seorang ibu untuk melindungi anaknya kembali menjadi sorotan publik. Pedangdut Dewi Perssik secara terbuka menyampaikan keberatan terhadap seorang perempuan yang disebut mendatangi dan menunggu putra semata wayangnya, Gabriel Felice, sejak pagi hingga malam hari.
Sikap tegas perempuan yang akrab disapa Depe itu bukan tanpa alasan. Ia ingin Gabriel tetap berkonsentrasi menjalani pendidikan sebagai calon perwira di Akademi Militer (Akmil), tanpa terganggu persoalan asmara yang dinilainya belum menjadi prioritas saat ini.
Pernyataan tersebut disampaikan Dewi Perssik saat tampil dalam program televisi Pagi Pagi Ambyar. Dengan nada tegas, ia meminta agar tidak ada perempuan yang mengganggu proses pendidikan putranya.
“Gua gak suka anak gue sekarang Gabriel didatangin sama cewek, dia lagi pendidikan,” ujar Dewi Perssik dalam acara tersebut.
Bagi Depe, pendidikan dan masa depan Gabriel harus menjadi perhatian utama. Ia juga menilai tindakan menunggu seorang laki-laki sejak pagi hingga malam bukanlah perilaku yang tepat. Karena itu, ia meminta perempuan yang ingin mendekati putranya untuk menghormati proses pendidikan yang sedang dijalani Gabriel.
“Eh cewek, enggak usah ganggu-ganggu sama sekali. Enggak apa-apa, kalau sampai perempuan baik itu enggak datang dari pagi sampai malam nungguin laki, itu enggak boleh. Jangan ganggu anakku, nanti kalau anakku sudah lulus Akmil boleh. Kalau sekarang jangan ganggu,” tegasnya.
Tak berhenti sampai di situ, Dewi juga menegaskan bahwa perempuan yang ingin mengenal Gabriel lebih dekat sebaiknya menunggu hingga putranya menyelesaikan pendidikan. Pernyataan blak-blakan tersebut kemudian memancing beragam tanggapan di tengah masyarakat, terutama di media sosial.
Sebagian warganet memahami sikap Depe sebagai bentuk kasih sayang dan kekhawatiran seorang ibu terhadap masa depan anaknya. Mereka menilai fokus pendidikan merupakan hal penting, terlebih ketika Gabriel sedang menempuh proses untuk meraih cita-citanya.
Namun, ada pula yang memandang persoalan pendekatan antara dua orang perlu disikapi secara proporsional. Sejumlah komentar mempertanyakan apakah teguran terbuka melalui media merupakan cara paling tepat, atau sebaiknya persoalan tersebut dibicarakan secara pribadi dengan pihak-pihak terkait.
Perbedaan respons itu menunjukkan bahwa pernyataan seorang figur publik dapat memunculkan beragam sudut pandang. Di satu sisi, orang tua memiliki kepedulian terhadap masa depan anak. Di sisi lain, kedewasaan dalam menjalin hubungan dan kemampuan menentukan batas pribadi juga menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang anak yang sedang beranjak dewasa.
Hingga informasi dalam pemberitaan ini disusun, belum terdapat keterangan langsung dari Gabriel maupun perempuan yang disebut mendatanginya. Karena itu, duduk perkara dari kedua pihak masih perlu dikonfirmasi agar publik memperoleh gambaran yang utuh.
Pada akhirnya, pesan Dewi Perssik jelas: pendidikan Gabriel harus menjadi prioritas. Namun, bagaimana batas antara perlindungan orang tua, kemandirian anak, dan urusan pribadi dalam hubungan tetap menjadi ruang diskusi yang menarik di tengah perhatian publik.***











